PARTISIPASI PEMUDA DALAM LITERASI MEDIA DIGITAL GUNA MEWUJUDKAN KETAHANAN SOSIAL (Studi pada Komunitas Arus Informasi Santri Regional Yogyakarta)
AMIN NUGROHO, Dr. Ratna Noviani, SIP. M.Si; Dr. Ahmad Zubaidi, M.Si
2019 | Tesis | MAGISTER KETAHANAN NASIONALPerkembangan teknologi informasi membuat informasi dapat tersebar secara cepat. Hal ini dapat memicu munculnya fenomena hoax, fake news, dan hate speech di dunia maya yang dapat mengancam stabilitas bangsa. Oleh karena itu, pemuda perlu menyikapi fenomena tersebut. Komunitas Arus Informasi Santri Regional Yogyakarta (AIS Jogja) merupakan komunitas pemuda yang aktif mengadakan kegiatan literasi media digital untuk memberikan pemahaman tentang penggunaan media sosial. Tujuan penelitian ini yaitu (1) Mengkaji partisipasi Komunitas AIS Jogja dalam literasi media digital; (2) Menganalisis kontribusi kegiatan literasi media digital pada Komunitas AIS Jogja dalam mewujudkan ketahanan sosial. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara mendalam, dan telaah dari buku, artikel, maupun internet. Peneliti mewawancarai informan secara mendalam sejumlah enam orang, terdiri dari satu koordinator regional dan lima anggota komunitas. Analisis data menggunakan analisis interaktif Mathew B. Miles, A .Michael Huberman, dan Johnny Saldana (2014). Penelitian ini menunjukkan dua hasil. Pertama, partisipasi komunitas AIS Jogja dalam literasi media digital yaitu (1) Access - menggunakan perangkat digital untuk mengakses informasi yang sesuai dengan karakter gerakan AIS Jogja; (2) Analyze and Evaluate - menilai validitas dan kredibilitas informasi, serta potensi viralitas dari konten yang akan dibuat; (3) Create - mengembangkan produksi konten yang memungkinkan kolaborasi antar anggota komunitas; (4) Reflect - menyebutkan sumber konten sebagai bentuk penghargaan dan ruang konfirmasi dan klarifikasi bagi khalayak; (5) Act - menciptakan ruang kolaborasi antar personal dan lembaga dalam melaksanakan literasi media digital. Kedua, kontribusi kegiatan literasi media digital AIS Jogja terhadap ketahanan sosial yaitu (1) Coping capacities - menangkal tersebarnya berita hoax dan fake news di kalangan pesantren; (2) Adaptive capacities - memberikan pemahaman tentang etika dan estetika media sosial, serta membentuk ruang berbagi pengalaman dan pengetahuan antar santri; (3) Transformative capacities - menciptakan jejaring lembaga untuk memperkuat eksistensi komunitas AIS Jogja.
The development of information technology makes information can spread quickly. This can trigger the emergence of hoax phenomena, fake news, and hate speech in cyberspace which can threaten the stability of the nation. Therefore, young people need to act this phenomenon. Community of Arus Informasi Santri Yogyakarta (AIS Jogja) is a community of young people involved in digital media literacy activities to provide an understanding of the use of social media. The objectives of this study are (1) to the examined the participation of the AIS Jogja community in digital media literacy; (2) to the analyzed contribution of digital media literacy activities in the AIS Jogja Community in realizing social resilience. This research was descriptive qualitative research. Data collection techniques used observation, in-depth interviews, and reviews from books, articles, and the internet. The researcher interviewed six informants, consisting of one regional coordinator and five community members. Data analysis uses an interactive analysis of Mathew B. Miles, A. Michael Huberman, and Johnny Saldana (2014). This study shows two results. First, AIS Jogja community participation in digital media literacy : (1) Access - used digital devices to access information that is in accordance with the character of the AIS Jogja movement; (2) Analyze and Evaluate - assessment of the validity and credibility of information, also the potential for virality of the content to be made; (3) Create - developed content production that allows collaboration between community members; (4) Reflect - cited sources of content in the form of awards and confirmation rooms and clarification for audiences; (5) Act - made space for collaboration between individuals and institutions for digital media literacy. Second, contributions of AIS Jogja's digital media literacy activities on social resilience: (1) Coping Capacities - counteracted the spread of hoaxes and false news among boarding school; (2) Adaptive capacity - provided an understanding of the ethics and aesthetics of social media, and provides a space for sharing experiences and knowledge among santri; (3) Transformative capacity - built institutional networks to strengthen the existence of the AIS Jogja community.
Kata Kunci : Komunitas AIS Jogja, Literasi Media Digital, Ketahanan Nasional