POLITIK DAN PESANTREN (Budaya Politik Pondok Pesantren Di Kabupaten Cilacap)
WAHYU SETO AJI, Dr.R.B. Abdul Gaffar Karim,S.IP.,M.A
2019 | Tesis | MAGISTER POLITIK DAN PEMERINTAHANTujuan dari studi ini adalah mengidentifikasi dan menginventarisasi faktor yang membentuk perubahan budaya politik pondok pesantren dan lingkungan pondok pesantren di Kabupaten Cilacap yaitu Pondok Pesantren Al Muaddib. Budaya politik merupakan pola perilaku masyarakat dalam kehidupan bernegara, penyelenggaraan administrasi negara dalam kehidupan bernegara, politik, pemerintahan, hukum, norma kebiasaan yang dihayati oleh anggota masyarakat setiap harinya. Perilaku tersebut merupakan aplikasi dari pemahaman warga pesantren dalam memahami dan menterjemahkan konsep beragama yang berkaitan dengan konsep sosial politik. Terbentuknya budaya politik merupakan suatu fenomena yang terjadi karena adanya faktor yang membentuknya yaitu doktrin politik pesantren yaitu beberapa bahasan tentang sosial politik antara lain persoalan negara, kekuasaan, kebangsaan dan sistem demokrasi, selain itu faktor lain yang membentuk perubahan budaya politik pesantren adalah pemenuhan akan kesejahteraan pengurus dan jamaah pesantren juga perkawinan. Dengan faktor tersebut pesantren mampu eksis dan menyebarkan juga memperkuat paham keagamaannya secara internal dan ekternal kepada warga masyarakat sekitarnya.
The purpose of this studio is to discuss and inventory the factors that shape changes in the culture of Islamic boarding schools and boarding school environments in Cilacap Regency, namely the Al Muaddib Pesantren. Political culture is the pattern of society in the life of the state, the administration of state administration in the life of the state, politics, government, law, norms of habits lived by members of the community at each meeting. This concept is an application of the understanding of pesantren residents in understanding and translating religious concepts related to socio-political concepts. The formation of politics is a phenomenon that occurs because of factors that have a salafi secte. It cannot be denied that every time religious radicalism occurs, salafis always become a decisive target. Various parts of the world, including countries that have a Muslim population who are demanded to be reduced due to radicalism that occurred to acts of terror that occurred in various countries including Indonesia for the salafi secte.
Kata Kunci : Pondok Pesantren, Budaya Politik