Laporkan Masalah

TANGGUNGJAWAB PERUSAHAAN DI BIDANG INDUSTRI TERHADAP PELAKSANAAN KETENTUAN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (Studi Kasus Keselamatan dan Kesehatan Kerja PT. Griyaton Indonesia)

DEWI PUSPITASARI, Prof. Dr. Ari Hernawan, S.H., M.Hum.

2019 | Tesis | MAGISTER ILMU HUKUM (KAMPUS JAKARTA)

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis penerapan sistem manajemen kesehatan dan keselamatan kerja (SMK3) di PT. GRIYATON INDONESIA sudah sesuai dengan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No 50 Tahun 2012 Tentang Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan & Kesehatan Kerja, dan tanggung Jawab perusahaan PT. GRIYATON INDONESIA dalam hal terjadinya kecelakaan kerja. Metode dalam penelitian ini menggunakan 2 (dua) metode, yaitu pendekatan hukum normatif dan pendekatan hukum empiris. Pendekatan hukum normatif adalah pendekatan yang didasarkan pada ketentuan perundang-undangan sebagai rujukan utama, sedangkan pendekatan hukum empiris adalah pendekatan yang memfokuskan pada penelitian langsung dilapangan dengan melakukan wawancara kepada responden dan narasumber dengan berpedoman pada pedoman wawancara. Data yang terkumpul dianalisis secara kualitatif. Hasil Penelitian ini pertama, bahwa PT Griyaton Indonesia belum menerapkan peraturan terbaru Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja yaitu PP No. 50 Tahun 2012 tentang SMK3. Kedua, Tanggungjawab perusahaan kepada pekerja yang mengalami kecelakaan kerja sudah sesuai dengan ketentuan yang berlaku yaitu dengan cara memberikan Jaminan sosial yang berdasarkan pada peraturan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 40 Tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional.

The purpose of this research is to find out and analyze the application of occupational health and safety management systems (HSMS) at PT. GRIYATON INDONESIA is in accordance with the Government Regulation of the Republic of Indonesia No 50 Year 2012 concerning the Implementation of the Occupational Safety & Health Management System, and the responsibility of the company PT. GRIYATON INDONESIA in the event of a work accident. The method in this research uses 2 (two) methods, namely normative legal approaches and empirical legal approaches. The normative legal approach is an approach based on statutory provisions as the main reference, while the empirical legal approach is an approach that focuses on research directly in the field by conducting interviews with respondents and resource persons based on interview guidelines. The data collected is analyzed qualitatively. The results of this research are, PT Griyaton Indonesia has not applied the latest regulations on Occupational Safety and Health Management, namely PP No. 50 Year 2012 concerning HSMS. The responsibility of the company to workers who experience work accidents is in accordance with the applicable provisions, namely by providing social security based on the laws of the Republic of Indonesia Number 40 Year 2004 concerning the National Social Security System.

Kata Kunci : Pekerja, Ketenagakerjaan, Keselamatan dan Kesehatan Kerja, SMK3

  1. S2-2019-417914-Abstract.pdf  
  2. S2-2019-417914-Bibliography.pdf  
  3. S2-2019-417914-Tableofcontent.pdf  
  4. S2-2019-417914-Title.pdf