Laporkan Masalah

HUBUNGAN ANTARA FAKTOR KLINIKOHISTOPATOLOGI DAN KUALITAS HIDUP PASIEN KANKER ENDOMETRIUM PASCA OPERASI DI RSUP DR. SARDJITO YOGYAKARTA MENGGUNAKAN MODUL KUESIONER EORTC QLQ C30 DAN EN 24

DINI MAHRANI, dr. Ahsanudin Attamimi, SpOG (K), M.Med.Ed; dr. Ardhanu Kusumanto, SpOG (K)

2019 | Tesis-Spesialis | OBSTETRI DAN GINEKOLOGI

Latar Belakang. Menurut data Endometrial Cancer 2013 report oleh World Cancer Research Fund and American Institute for Cancer Research (WCRFI), kanker endometrium merupakan keganasan wanita keenam yang terbanyak diseluruh dunia dan merupakan kanker kedua terbesar pada organ reproduksi wanita, setelah kanker serviks. Insidensi ini meningkat setiap tahunnya, diprediksikan peningkatan sekitar 5% kasus baru setiap tahunnya. Faktor prognosis utama kanker endometrium ditentukan oleh jenis histologis, stadium, grade, differensiasi tumor, kedalaman invasi miometrium dan keterlibatan dari invasi limfo-vaskular. Selain dipengaruhi faktor histopatologi tersebut, prognosis juga ditentukan dari klinis penderita. Beberapa penelitian terdahulu membuktikan beberapa faktor klinis tertentu juga mempengaruhi kondisi dan prognosis penyakit. Adanya kemungkinan kaitan prognosis penyakit ini dengan kualitas hidup penderita menjadi topik yang menarik untuk dibahas. Disamping itu kualitas hidup juga merupakan alat ukur keberhasilan terapi. Semakin baik prognosis suatu penyakit maka kualitas hidup juga akan semakin baik, maka angka keberhasilan terapi juga semakin tinggi (Greimel, 2010). Tujuan Penelitian. Mengetahui hubungan klinikohistopatologi terhadap kualitas hidup pasien kanker endometrium setelah menjalani operasi di RSUP Sardjito, Yogyakarta Metode Penelitian. Penelitian bersifat analitik dengan pendekatan cross sectional. Penderita kanker endometrium yang telah menjalani operasi histerektomi total dan bisalpingooforektomi dinilai kualitas hidupnya melalui wawancara dan pengisisan kuesioner modul EORTC QLQ-C 30 dan QLQ-EN 24. Hasil. Penelitian ini sebagian besar penderita kanker endometrium berusia 55-65 tahun sebanyak 34 orang (42%) dan terdiagnosis setelah menopause dengan kisaran usia >55 tahun sebanyak 43 orang (53,1%). Pada penelitian ini tidak dapat membuktikan hipotesis bahwa usia, paritas, indeks massa tubuh, jenis histopatologi dan keterlibatan KGB memiliki hubungan dengan kualitas hidup penderita kanker (p >0,05). Namun berbeda dengan stadium kanker dini (OR 3,17, p=0,044 (CI 95% 1,03-9,75)) dan differensiasi baik dan sedang (OR 4,471, p=0,023 (CI 95% 1,23-16,24)) memiliki hubungan yang signifikan dengan kualitas hidup. Kesimpulan. Faktor klinikohistopatologi berupa stadium kanker dan differensiasi tumor memiliki hubungan dengan kualitas hidup pasien kanker endometrium pasca operasi di RSUP Dr. Sardjito

Latar Belakang. Menurut data Endometrial Cancer 2013 report oleh World Cancer Research Fund and American Institute for Cancer Research (WCRFI), kanker endometrium merupakan keganasan wanita keenam yang terbanyak diseluruh dunia dan merupakan kanker kedua terbesar pada organ reproduksi wanita, setelah kanker serviks. Insidensi ini meningkat setiap tahunnya, diprediksikan peningkatan sekitar 5% kasus baru setiap tahunnya. Faktor prognosis utama kanker endometrium ditentukan oleh jenis histologis, stadium, grade, differensiasi tumor, kedalaman invasi miometrium dan keterlibatan dari invasi limfo-vaskular. Selain dipengaruhi faktor histopatologi tersebut, prognosis juga ditentukan dari klinis penderita. Beberapa penelitian terdahulu membuktikan beberapa faktor klinis tertentu juga mempengaruhi kondisi dan prognosis penyakit. Adanya kemungkinan kaitan prognosis penyakit ini dengan kualitas hidup penderita menjadi topik yang menarik untuk dibahas. Disamping itu kualitas hidup juga merupakan alat ukur keberhasilan terapi. Semakin baik prognosis suatu penyakit maka kualitas hidup juga akan semakin baik, maka angka keberhasilan terapi juga semakin tinggi (Greimel, 2010). Tujuan Penelitian. Mengetahui hubungan klinikohistopatologi terhadap kualitas hidup pasien kanker endometrium setelah menjalani operasi di RSUP Sardjito, Yogyakarta Metode Penelitian. Penelitian bersifat analitik dengan pendekatan cross sectional. Penderita kanker endometrium yang telah menjalani operasi histerektomi total dan bisalpingooforektomi dinilai kualitas hidupnya melalui wawancara dan pengisisan kuesioner modul EORTC QLQ-C 30 dan QLQ-EN 24. Hasil. Penelitian ini sebagian besar penderita kanker endometrium berusia 55-65 tahun sebanyak 34 orang (42%) dan terdiagnosis setelah menopause dengan kisaran usia >55 tahun sebanyak 43 orang (53,1%). Pada penelitian ini tidak dapat membuktikan hipotesis bahwa usia, paritas, indeks massa tubuh, jenis histopatologi dan keterlibatan KGB memiliki hubungan dengan kualitas hidup penderita kanker (p >0,05). Namun berbeda dengan stadium kanker dini (OR 3,17, p=0,044 (CI 95% 1,03-9,75)) dan differensiasi baik dan sedang (OR 4,471, p=0,023 (CI 95% 1,23-16,24)) memiliki hubungan yang signifikan dengan kualitas hidup. Kesimpulan. Faktor klinikohistopatologi berupa stadium kanker dan differensiasi tumor memiliki hubungan dengan kualitas hidup pasien kanker endometrium pasca operasi di RSUP Dr. Sardjito

Kata Kunci : Kanker endometrium, faktor klinikohistopatologi, kualitas hidup

  1. S2-2019-390007-abstract.pdf  
  2. S2-2019-390007-bibliography.pdf  
  3. S2-2019-390007-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2019-390007-title.pdf