Balanced Scorecard sebagai strategic management system dan kerangka pengukuran kinerja PT. PLN (Persero) distribusi Jawa Timur
SUSILO, Antonius Agung, Dr. Gudono, MBA
2001 | Tesis | Magister ManajemenPerubahan peran manajemen pusat (PT. PLN (Persero)) yang saat ini diarahkan kepada optimalisasi pengusahaan unit bisnis (profit center), dan sesuai dengan tujuan pendirian perusahan (Peraturan Pemerintah No 23 Tahun 1994) serta upaya dalam mencapai keberhasilan kompdtif, telah mendorong manajemen PT. PLN (Persero) Distribusi Jawa Timur untuk mengembangkan kemampuau baru guna memobilisasi dan mengeksploitasi aktiva berwujud dan aktiva tak berwujudnya dengan mengembangkan sistem manajemen strate& dan rerangka pengukuran lunerja yang dapat mendorong pencapaian tujuan dan mewujudkan visi perusahaan. Untuk itu perusahaan membutubkan balanced scorecard sebagai alat yang dapat menuntun dan mengevaluasi dalam menciptakan value added masa depan melalui investasi yang ditanamkau pada pelanggan, pemasok, proses, teknologi dan inovasi. Pengembangan rerangka balanced scorecard sebagai sistem manajemen strategrk dimulai dari perumusan strategi perusahaan yang sesuai dengan visi, misi dan tujuan organisasi yang dikombinasikan dengan analisis lingkungan ekstemal dan internal perusahaan. Dalam implementasinya, strategi dijabmkan ke dalam perencanaan state@ yang terdini dari tiga komponen yaitu (1) tujuan strategik, (2) target dan inisiatif strategk. Tujuan strategrk perusahaan dirumuskan dalam empat perspektif yang diterjernahkan secara komprehensif ke dalam 12 tujuan strate- &. Sedangkan kekoherenan dari masing-masing tujuan strate& tersebut dijabarkan dalam berbagai hipotesis yang mengidentifikasi adanya hubungan sebabakibat. Ukuran yang digunakan dalam mengukur pencapaian tujuan strategk adalah (1 ) outcome measure, dan performance dnvers measure. Setelah penentuan keterukum pencapaian tujuan strate@, maka dikembangkan target yang dapat menunjukkan hubungan sebab akibat dan dapat menjelaskan strategi bisnis perusahaan. Dalam upaya mempertahankan penguasaan pasar listrik di Jawa Timur dan meningkatkan lunerja pengusahaan, rerangka balanced scorecard perusahaan mengidentifikasi 13 inisiatif strategik dari ketiga perspektif non keuangan yang dapat ditejemahkan ke dalam program guna mendukung pencapaian perspektif keuangan. Balanced scorecard sebagai rerangka pengukuran kinerja, dari ukuran pencapaian tujuan strategrk (outcome measure dan performance driver measure) dapat diidentifikasi dari 27 indikator keuangan dan non keuangan yang menjadi faktor keberhasilan laitikal (critical successfactors) perusahaan. Balanced scorecard sebagai sistem manajemen strategk dan rerangka pengukuran kineja PT. PLN (Persero) Distribusi Jawa Thur akan dapat menjawab berbagai permasalahan pelayanan listrik dan perubahan paradigma pemasaran (customer focused), serta dapat menumbuhkan kepuasan dan komitmen internal perusahaan yang pada akhimya &an dapat mewujudkan visi perusahaan dimasa mendatang.
At this time the role of PT. PLN (Persero) have changes. It is directed to the business unit’s optimalization. It is adjusted with company objectives (Government regulation No 23, 1994) and effort to achieve competitive advantage. This encourages PT PLN (Parsero) east Java distribution to develop new ability. It is used to mobilize and exploit tangible and intangible assets. It is conducted with developing management strategic system and performance measurement framework, which can encourage the objective achievement and emerging the company vision. The development of balance scorecard framework as a management strategic system is started from strategy formulation that commensurate with company vision, mission, and objectives. It is combined with company’s external and internal environment analysis. In the implementation, the strategy is explained in the strategic plan. The strategic plan consist of: (1) strategic objective, (2) targets and strategic initiatives. The company strategic objectives is formulated into four paspectives. It is translated into 12 strategic objectives. Each strategic objective is explained in the hypothesis. The measurement that used to measure the strategic objectives is outcome measure and perfonnance drivers measure. After the achievement of strategic objective is determined, then its developed the target that can explain the causal corelation and company’s business strategy. In order to defence its position in the market and increasing company’s performance, the company should develop 13 strategic initiatives base on 3 nonfinancial perspectives. It is used to enmurage financial perspective achievement. The mework of balanced scorecard is as performance measurement. From the outcome measure and performance driver measure fiom the strategic objectives, the company can indentified 27 critical success factors. They are the combination of financial and nonfinancial perspectives. After conducting the measurement, author conclude that balanced scorecard can be implemented in the company. It also used to solved the company’s problem
Kata Kunci : Manajemen Strategi,Balanced Scorecard