Laporkan Masalah

Pengelolaan dan Eksistensi Pesta Seni dan Budaya Dayak se-Kalimantan ke-15 Tahun 2017 di Yogyakarta

HATA NUGRAHA, Dr. Rr. Paramitha Dyah F., M.Hum; Prof. Dr. Timbul Haryono, M.Sc

2019 | Tesis | MAGISTER PENGKAJIAN SENI PERTUNJUKAN DAN SENI RUPA

Pesta Seni Budaya Dayak se-Kalimantan atau biasa disebut PSBDK merupakan event kebudayaan Dayak yang ada di Yogyakarta. PSBDK telah ada sejak tahun 2002. PSBDK lahir dari usaha mahasiswa-mahasiswi Dayak yang ada di Yogyakarta dengan alasan sebagai pemenuhan kebutuhan estetik guna dapat melepas rindu akan kebudayaan Dayak seperti yang ada di Kalimantan. PSBDK tidak serta merta lahir begitu saja. Ada perjuangan yang panjang dibalik kemunculannya. PSBDK merupakan representasi dari upacara adat Gawai Dayak yang ada di Kalimantan. Eksistensi PSBDK yang masih bertahan hingga saat ini tidak terlepas dari usaha mahasiswa-mahasiswi Dayak yang ada di Yogyakarta untuk tetap mempertahankan penyelenggaraan PSBDK supaya dapat terus berlanjut. Dengan keinginan yang kuat untuk mempertahankan penyelenggaraan PSBDK tetap ada , serta dengan pengelolaan yang baik, PSBDK masih eksis hingga saat ini. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan multidisipli, yaitu manajemen seni pertunjukan dan antropologi. Tujuan penelitian ini yaitu untuk melihat kemunculan, pengelolaan serta kebertahanan PSBDK yang masih ada hingga saat ini. Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara, kajian literatur dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menemukan usaha-usaha memunculkan PSBDK, pengelolaan PSBDK tahun 2017 serta faktor-faktor yang mempengaruhi eksistensi PSBDK yang masih ada hingga saat ini.

PSBDK is an event of Dayak culture in Yogyakarta. PSBDK has existed since 2002. PSBDK was born from the efforts of Dayak students in Yogyakarta on the grounds of fulfilling aesthetic needs in order to be able to let go of longing for Dayak culture like those in Kalimantan. PSBDK did not materialize easily. There is a long struggle behind it. PSBDK is a representation of the Gawai Dayak traditional ceremony in Kalimantan. The existence of the PSBDK which still persists to date is inseparable from the efforts of Dayak students in Yogyakarta to maintain the PSBDK in order to continue. With a strong desire to maintain the PSBDK to continue to exist, and with good management, PSBDK still exists today. This study uses qualitative methods with a multidisciplinary approach, namely management of performing arts and anthropology. The purpose of this study is to see the emergence, management and existence of PSBDK that still persist to this day. Data collection methods used are observation, interview, literature review and documentation. The results of this study found efforts to bring up the PSBDK, the management of the 2017 PSBDK and the factors that influence the existence of the PSBDK that still exists today.

Kata Kunci : Kemunculan, Pengelolaan, Eksistensi