Laporkan Masalah

DILEMA EKSPOR SENJATA INGGRIS KE ARAB SAUDI DALAM KONFLIK YAMAN

RADITIA SAPTA CANDRA, Prof. Dr. Mohammad Mohtar Mas'oed, M.A

2019 | Tesis | MAGISTER ILMU HUBUNGAN INTERNASIONAL

Sebagai sebuah rezim internasional yang berusaha mengatur arus perdagangan senjata internasional, Arms Trade Treaty (ATT) telah diratifikasi sekaligus menjadi acuan yang digunakan oleh lebih dari seratus negara, termasuk oleh United Kingdom (Inggris) yang merupakan salah satu produsen dan penjual senjata terbesar di dunia. Namun dalam penerapannya, Inggris tampaknya belum mampu menerapkan ketentuan ATT secara penuh, terutama yang berkaitan dalam penjualan senjata kepada pembeli yang diduga melakukan pelanggaran terhadap Hak Asasi Manusia (HAM) dan Hukum Humaniter Internasional (HHI). Ini terbukti dengan kebijakan yang dikeluarkan pemerintah Inggris untuk tetap melakukan penjualan ke Arab Saudi yang sedang terlibat dalam konflik dengan Yaman, dimana Arab Saudi dituduh telah melakukan banyak pelanggaran terhadap HHI dalam operasi militer yang dipimpinnya tersebut. Penelitian ini akan membahas dilema yang muncul dalam penjualan senjata yang dilakukan Inggris ke Arab Saudi dengan melihat politik domestik dan rezim ATT sebagai tolak ukur, yang kemudian dilanjutkan dengan penjelasan bagaimana Inggris menangani dilema ini.

As an international regime that seeks to regulate the flow of international arms trade, the Arms Trade Treaty (ATT) has been ratified as well as a reference used by more than a hundred countries, including the United Kingdom (UK) as one of the biggest weapons manufacturers and sellers in the world. However, in its application, the UK apparently has not been able to fully implement the ATT provisions, especially those relating to the sale of weapons to the buyers who allegedly committed violations of human rights and humanitarian law. International (IHL). This is proven by the UK government's policy to keep selling its defense products to Saudi Arabia who involved in the conflict with Yemen, where Saudi Arabia is accused of committing many violations of IHL in the military campaign it leads. This research will discuss the dilemma that arises in the arms sales made by the UK to Saudi Arabia by looking at domestic politics and the ATT regime as a benchmark, then followed by an explanation of how the UK addressed this dilemma.

Kata Kunci : Arms Trade Treaty, Perdagangan Senjata Internasional, Hak Asasi Manusia, Hukum Humaniter Internasional, Rezim Internasional, Dilema, Kebijakan, Arms Trade Treaty, International Arms Trade, Human Rights, International Humanitarian Law, International Regime

  1. S2-2017-419016-abstract.pdf  
  2. S2-2017-419016-bibliography.pdf  
  3. S2-2017-419016-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2017-419016-title.pdf