PEMBINAAN BERBASIS INDUSTRI TERHADAP NARAPIDANA DALAM UPAYA MENCAPAI TUJUAN PEMASYARAKATAN DI LEMBAGA PEMASYARAKATAN KLAS I CIREBON
RAHMA MELISHA F, Sigid Riyanto, S.H,M.Si
2019 | Tesis | MAGISTER ILMU HUKUMPenelitian ini mengenai pembinaan berbasis industri terhadap narapidana dalam mencapai tujuan pemasyarakatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi pembinaan berbasis industry terahdap narapidana di Lapas Klas I Cirebon yang akan diiringi dengan pembahasan terkait dengan kendala serta solusi dalam pembinaan berbasis industry di Lapas Klas I Cirebon. Tujuan selanjutnya adalah untuk mengetahui serta menganalisis relevansi pembinaan narapidana berbasis industri di Lapas Klas I Cirebon dalam upaya mencapai tujuan pemasyarakatan. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian hukum empiris. Penelitian ini dilakukan dengan melihat dan menganalisis pelaksanaan pembinaan di Lapas Klas I Cirebon terutama dalam hal pembinaan kemandirian yang tetap merujuk pada aturan normatifnya yaitu Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1995 tentang Pemasyarakatan. Hasil penelitian ini ialah: pertama, implementasi dari pembinaan berbasis industri terhadap narapidana terdiri dari 4 (empat) tahapan, yaitu tahapan perencanaaan, perencaaan keterampilan/magang, tahapan pelaksanaan industry, pemasaran industri, dan tahap monitoring yang dilakukan oleh Dirjen Pemasyarakatan. Adapun kendala yang dialami dalam pembinaan berbasis industri ini tidak begitu signifikan sehingga pembinaan industri terhadapa narapidana pun tidak mengalami hambatan yang berarti. Kedua, Pembinaan berbasis industri terhadap narapidana di Lapas Klas I Cirebon memiliki relevansi dalam mencapai upaya mencapai tujuan pemasyarakatan yang tercantum dalam Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1995 tentang pemasyarakatan, yaitu agar narapidana dapat kembali berperan sebagai anggota masyarakat yang bebas dan bertanggung jawab. Pembinaan berbasis industri yang dilakukan Lapas Klas I Cirebon membimbing narapidana untuk terampil dan produktif agar setelah bebas nanti dapat melanjutkan kembali produktivitas tersebut dan menjadi manusia yang mandiri dan bertanggung jawab.
This research is about industrial based development of prisoners in achieving correctional objectives. This study aims to determine the implementation of industry-based coaching of prisoners at the Cirebon Class I Correctional Institution which will be accompanied by discussions related to constraints and solutions in industry-based guidance at the Cirebon Class I Correctional Institution. The next objective is to find out and analyze the relevance of industrial-based prisoner formation in the Cirebon Class I Correctional Institution in an effort to achieve penal objectives. The research method used in this study is empirical legal research. This research was conducted by looking at and analyzing the implementation of coaching in the Cirebon Class I Correctional Institution, especially in terms of skills development that still refers to its normative rules, namely Law Number 12 of 1995 concerning Corrections. The results of this study are: first, the implementation of industry-based guidance on prisoners consists of 4 (four) stages, namely planning stages, skill planning / apprenticeship, industry implementation stages, industrial marketing, and monitoring stages carried out by the Director General of Corrections. The obstacles experienced in this industry-based development are not so significant that the industrial development of prisoners does not experience significant obstacles. Second, industry-based guidance on prisoners in the Cirebon Class I Correctional Institution has relevance in achieving efforts to achieve the correctional goals listed in Law No. 12 of 1995 concerning correctional services, namely that prisoners can return to serving as members of a free and responsible society. Industry-based coaching conducted by the Cirebon Class I Correctional Institution guides prisoners to be skilled and productive so that after being released later they can resume the productivity and become independent and responsible human beings.
Kata Kunci : Pembinaan, Industri, Lembaga Pemasyarakatan