LAMA PENGGUNAAN DEPO MEDROXY PROGESTERONE ACETATE (DMPA) DAN DISFUNGSI SEKSUAL PADA PEREMPUAN USIA REPRODUKTIF DI KOTA KENDARI
FIKA DAULIAN, Prof. dr. Ova Emilia, M.Med.Ed, SpOG (K), Ph.D , Dr. Drs. Abdul Wahab, MPH.
2019 | Tesis | MAGISTER ILMU KESEHATAN MASYARAKATLatar Belakang: Seksualitas merupakan sebuah domain penting dan kompleks dalam kualitas kehidupan. Aktivitas seksual melibatkan elemen fisik, psikologis, sosial, dan estetik. Hal ini sangat kompleks sehingga rentan mengalami masalah. Jika seksualitas perempuan terganggu, konsekuensi yang terjadi kemungkinan akan berpengaruh terhadap keharmonisan hubungan suami istri.dan kelangsungan fungsi reproduksi seorang perempuan. Sejumlah penelitian menemukan efek samping yang ditimbulkan dari lamanya penggunaan suntikan DMPA.Pemakaian kontrasepsi suntik DMPA dalam jangka waktu yang lama dikaitkan dengan kemungkinan terjadinya disfungsi seksual. Tujuan: Mengetahui dan menganalisis risiko lama penggunaan kontrasepsi suntik DMPA dengan disfungsi seksual pada perempuan usia reproduktif di Kota Kendari. Metode: Penelitian ini adalah penelitian observasional analitik menggunakan rancangan cohort retrospective. Variabel bebas yaitu lama penggunaan Depo Medroxy Progesterone Acetate dan variabel terikat yaitu disfungsi seksual perempuan. Subjek penelitian ini adalah perempuan usia subur 15-49 tahun pengguna kontrasepsi suntik Depo Medroxy Progesterone Acetate. Analisis data dilakukan dengan analisis deskriptif untuk mengetahui distribusi frekuensi dan proporsi, bivariabel dengan uji Chi-square dan multivariable menggunakan uji regresi logistik. Hasil : Hasil penelitian ini ditemukan dari seluruh responden penelitian sebanyak 39 % perempuan mengalami difungsi seksual. Dari penelitian ini juga diketahui bahwa prevalensi klien DMPA menggunakan lebih dari 2 tahun mengalami disfungsi seksual sebesar 58 %. Risiko disfungsi seksual pada perempuan pengguna DMPA lebih dari 2 tahun berisiko 2 kali lebih besar dibandingkan klien pengguna DMPA kurang dari 2 tahun (RR = 2,1 95 % CI 1,62-2,84). Usia ibu usia suami dan usia pernikahan merupakan faktor risiko yang cukup penting dalam menyebabkan disfungsi seksual. Pada analisis multivariabel, pengaruh Usia klien DMPA merupakan faktor yang berkontribusi paling besar memengaruhi kejadian disfungsi seksual, pada usia reproduksi yaitu pada kelompok usia 35-49 tahun (RR = 3,44, 95% CI = 1,94-6,10) dan setelah mengontrol usia ibu, usia pernikahan dan usia suami pengaruh lama menggunakan DMPA dan disfungsi seksual tetap signifikan (OR = 6,19 95% CI = 2,91-13,2).
Background: Sexuality is an important and complex domain in the quality of life. Sexual activity involves physical, psychological, social and aesthetic elements. This is very complex so it is susceptible to problems. If female sexuality is disrupted, the consequences that occur will likely affect the harmony of husband and wife relationships and the continuity of a woman's reproductive function. Some studies have found side effects caused by the long use of DMPA injections. Long-term use of DMPA injection contraception is associated with the possibility of sexual dysfunction. Objective: This study aimed to determine and analyze the long-term risk of using DMPA injection contraception with sexual dysfunction in women of reproductive age in Kendari Method: An analytic observational study using a retrospective cohort design. The independent variable is the duration of use of Depo Medroxy Progesterone Acetate and the dependent variable is female sexual dysfunction. The subjects of this study were women of childbearing age 15-49 years who used Depo Medroxy Progesterone Acetate injectable contraception. Data analysis was performed with descriptive analysis to determine the frequency and proportion distribution, bivariable with Chi-square test and multivariable using logistic regression test. Results: 39% of women experience sexual dysfunction. From this study, it is also known that the prevalence of DMPA clients using more than 2 years of experiencing sexual dysfunction by 58%. The risk of sexual dysfunction in women who use DMPA for more than 2 years is twice the risk compared to clients who use DMPA for less than 2 years (RR = 2.1 95% CI 1.62-2.84). Mother's age, husband's age, and marriage age are important risk factors in causing sexual dysfunction. In multivariable analysis, the influence of DMPA client age is the most contributing factor affecting the incidence of sexual dysfunction, in reproductive age, namely in the age group 35-49 years (RR = 3.44, 95% CI = 1.94-6.10) and after controlling for maternal age, marital age and age of husband the influence of a long time using DMPA and sexual dysfunction remained significant (OR = 6.19 95% CI = 2.91-13.2).
Kata Kunci : Kata Kunci : DMPA, disfungsi seksual, perempuan usia reproduktif / Keywords: DMPA, sexual dysfunction, female reproductive age.