POLITIK PENGELOLAAN PENGUNGSI LUAR NEGERI Studi Kasus : Analisa Respon Pemerintah Daerah Kota Pekanbaru Terkait Kehadiran Pengungsi Luar Negeri
RIZKY OCTA PUTRI C, Longgina Novadona Bayo, S.I.P., M.A.
2019 | Tesis | MAGISTER POLITIK DAN PEMERINTAHANPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui logika pemerintah daerah di balik penerimaannya terhadap pengungsi luar negeri. Hadirnya pengungsi yang berasal dari negara lain telah membawa berbagai bentuk permasalahan bagi masyarakat lokal Kota Pekanbaru, hal ini dikarenakan kehidupan sehari-hari masyarakat lokal yang bersinggungan secara langsung dengan para pengungsi dengan latar belakang bahasa, budaya maupun kebiasaan yang berbeda, terlebih pengungsi asing di Pekanbaru ditampung dalam batas waktu yang tidak dapat ditentukan karena tidak ada regulasi khusus yang mengatur status pengungsi di Indonesia, ditambah lagi dengan ketidakpastian waktu penempatan pengungsi di negara tujuan. Penelitian ini menggunakan teori institusionalisme pilihan rasional yang menjelaskan bahwa di balik setiap keputusan yang diambil pemerintah, selalu ada untung dan rugi yang akan dihadapi, maka yang terbaik adalah pemaksimalan untung. Berdasarkan penjelasan ini, maka misi utama penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah untung yang didapatkan pemerintah ketika menerima pengungsi luar negeri di daerahnya. Jenis penelitian ini adalah studi kasus dengan instrumen tunggal (single instrumental case study) menggunakan teknik observasi partisipan dan wawancara mendalam (indepth interview). Temuan dari penelitian ini adalah, penerimaan yang dilakukan pemerintah Pekanbaru berdasarkan pada alasan kemanusiaan karena adanya desakan internasional yang membuat Indonesia berada pada kondisi harus menerima pengungsi, didukung oleh fakta bahwa jumlah pengungsi di Indonesia jauh lebih sedikit jika dibandingkan dengan negara-negara transit di Asia Tenggara lainnya. Indonesia juga mendapatkan dana insentif dari Australia selaku negara penerima pengungsi, Australia memberikan dana untuk menghentikan kehadiran orang-orang asing di negaranya, sehingga yang sangat dibutuhkan adalah bantuan dari Indonesia selaku penyangga atau buffer zone. Untuk pemerintah daerah Pekanbaru, motif ekonomi atas kehadiran pengungsi didapatkan dari adanya praktek-praktek rent seeking. Demi kepentingan ekonomi-politiknya tersebut, resiko-resiko yang terjadi dikelola oleh pemerintah Pekanbaru dengan cara mengaleniasi pengungsi secara fisik maupun mental.
This study aims to find out the logic of the local government behind its acceptance of foreign refugees. The presence of refugees from other countries has brought various problems for the local citizens of Pekanbaru City, its happens because the daily lives of local citizens are in direct contact with refugees with different language, cultural and backgrounds, especially foreign refugees in Pekanbaru accommodated within a time limit that can not be determined because there are no specific regulations of refugee status in Indonesia, aggravated by conditions of uncertainty over the time of placement of refugees in the destination country. This research uses rational choice institutionalism theory which explained that behind every decision taken by the government, there are always profits and losses to be faced, the best choice is maximizing profits. Based on this explanation, the main mission of this research is to find out whether the profits obtained by the government when accepting foreign refugees in their area. This type of research is single instrumental case study using participant observation techniques and in-depth interviews. The findings of this study are, the acceptance made by the Pekanbaru government is based on humanitarian reasons, due to international pressure that put Indonesia in a condition of having to accept refugees, supported by the fact that the number of refugees in Indonesia is far less compared to other transit countries in Southeast Asia. Indonesia also gets incentive funds from Australia as the destination country for refugees, Australia provides funds to stop the presence of foreigners in their country, Australia needs Indonesia as a buffer zone. For the Pekanbaru regional government, the economic motives came from the practice of rent-seeking. For the sake of its political-economic interests, the risks are managed by alienate refugees physically and mentally.
Kata Kunci : Kata Kunci; pengungsi luar negeri, pemerintah daerah, ancaman, kepentingan, pengelolaan.