Laporkan Masalah

PENGARUH LEVEL TANIN DAUN PALA (Myristica fragrans Houtt) UNTUK PROTEKSI PROTEIN BUNGKIL KEDELAI TERHADAP PARAMETER FERMENTASI DAN KECERNAAN SECARA IN VITRO

MONICA CANADIANTI, Prof. Dr. Ir. Lies Mira Yusiati, SU, IPU.; Dr. Ir. Chusnul Hanim, M.Si., IPM.

2019 | Tesis | MAGISTER ILMU PETERNAKAN

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh tanin daun pala terhadap parameter fermentasi dan kecernaan nutrien secara in vitro. Perlakuan dalam penelitian ini yaitu penambahan daun pala sebagai sumber tanin yang setara dengan kandungan tanin 0, 2, dan 4% berdasarkan bahan kering dari bahan pakan. Fermentasi dilakukan secara in vitro dengan menggunakan metode produksi gas Menke dan Steingass selama 48 jam untuk mengamati parameter fermentasi meliputi pH, amonia, VFA, total produksi gas, kinetika produksi gas, metan, jumlah protozoa dan protein mikrobia. Fermentasi juga dilakukan dengan metode in vitro Tilley dan Terry dua tahap selama 96 jam untuk mengetahui kecernaan bahan kering, kecernaan bahan organik, serta kecernaan protein kasar baik di rumen, saluran pencernaan pascarumen maupun kecernaan total. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola searah. Data yang diperoleh dianalisis dengan One Way Anova, dan apabila terdapat perbedaan yang nyata dilanjutkan dengan uji Duncan Multiple Range Test (DMRT). Perlakuan penambahan level tanin daun pala dalam campuran pakan mampu menurunkan (P<0,05) degradasi bahan kering, bahan organik dan protein kasar di rumen, namun tidak menunjukkan perbedaan yang nyata pada pH, amonia, VFA, laju produksi gas, metan, protozoa, dan protein mikrobia, serta kecernaan bahan kering, kecernaan bahan organik dan kecernaan protein kasar pascarumen dan kecernaan total. Level penambahan tanin daun pala yang paling optimal adalah sebesar 2%. Tanin daun pala lebih potensial sebagai agensia untuk proteksi protein pakan dibandingkan untuk menurunkan metan.

This experiment was aimed to study the effect of nutmeg leaf tannin on in vitro fermentation parameters and nutrient digestibility. Treatments in this experiment was the addition of nutmeg leaves as source of tannin which is equivalent to 0, 2, and 4% of tannin based on dry matter from feed ingredients. In vitro fermentation used Menke and Steingass gas production technique for 48 hours to observe fermentation parameters including pH, ammonia, VFA, total gas production, gas production kinetics, methane, protozoa and microbial proteins. Fermentation was also carried out with Tilley and Terry's two-stage in vitro technique for 96 hours to determine dry matter digestibility, organic matter digestibility, and crude protein digestibility in the rumen, postrumen and total digestive tract. The research design used was a Completely Randomized Design (CRD). The data obtained were analyzed by One Way ANOVA, and if there were significant differences followed by the Duncan Multiple Range Test (DMRT). The treatment of increasing level of nutmeg tannin in the feed mixture decreased (P <0.05) ruminal dry matter, organic matter and crude protein digestibility, but did not show any significant difference in pH, ammonia, VFA, total gas, methane, protozoa, microbial protein, as well as postruminal and total dry matter, organic matter and crude protein digestibility. The optimal level of addition of nutmeg leaf tannin was 2%. Nutmeg leaves tannin was more potential as an agent for protein protection than for reducing methane.

Kata Kunci : tanin, daun pala, proteksi protein, metan, kecernaan in vitro