Laporkan Masalah

IMPLIKASI HUKUM TIDAK DILAKSANAKANNYA PROSES PENYESUAIAN ANGGARAN DASAR YAYASAN RUMAH SAKIT ISLAM (YARUSI) TERHADAP PENGELOLAAN ASET YANG DIMILIKI PASCA BERLAKUNYA UNDANG-UNDANG YAYASAN

ISHAK ISMAIL DAMANIK, Hariyanto, S.H.,M.Kn.

2019 | Tesis | MAGISTER KENOTARIATAN

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan mengetahui bagaimana konsekuensi hukum terhadap Yayasan Rumah Sakit Islam (YARUSI) yang tidak melaksanakan peroses penyesuaian anggaran dasarnya, kaitannya dengan pengelolaan aset yang dimiliki, serta status hukum Yayasan Rumah Sakit Islam Fatimah (YARUSIF) dalam melakukan pengelolaan milik Yayasan Rumah Sakit Islam (YARUSI) mulai dari tanah, bangunan gedung Rumah Sakit, Apotek, serta aset lainnya. Penelitian hukum normatif empiris dipilih oleh penulis, untuk memperoleh jawaban dan penyelesaian atas masalah-masalah hukum yang telah dirumuskan. Analisis data yang digunakan adalah secara kualitatif, dengan menerapkan metode induktif, yaitu metode yang digunakan dalam pembahasan, berangkat dari pengetahuan yang bersifat khusus dan kemudian untuk menilai suatu menjadi bersifat umum. Penelitian yang dilaksanakan, memberikan jawaban terkait dengan konsekuensi hukum bagi Yayasan Rumah Sakit Islam (YARUSI) yang tidak melaksanakan proses penyesuaian, dimana Yayasan Rumah Sakit Islam (YARUSI) tidak lagi boleh menggunakan kata “Yayasan” di depan namanya. Aset Yayasan Rumah Sakit Islam (YARUSI), harus segera dilakukan proses likuidasi dan menunjuk Yayasan sejenis yang memiliki maksud dan tujuan yang sama, untuk kemudian dilaksanakan proses serah terima aset, yang dalam hal telah diberikan kepada Yayasan Rumah Sakit Islam Fatimah (YARUSIF).

This study aims to examine and find out the legal implications of the Yayasan Rumah Sakit Islam (YARUSI) that did not carry out the process of adjusting its articles of association, its relation to asset management, and the legal status of the Yayasan Rumah Sakit Islam Fatimah (YARUSIF) in managing the property of the Yayasan Rumah Sakit Islam (YARUSI) from the land, the hospitals, the pharmacies, and other assets. Empirical normative law research was chosen by the writer, to obtain answers and solutions to legal problems that have been formulated. The data analysis that was used is qualitative, by applying inductive method, which is the method that is used in the discussion, comes from specific knowledge and then to assess something that becomes general. The research that was done, provides answers related to the legal consequences for the Yayasan Rumah Sakit Islam (YARUSI) which did not carry out the adjustment process, where the Yayasan Rumah Sakit Islam (YARUSI) can no longer use the word "Yayasan" in front of its name. The assets of the Yayasan Rumah Sakit Islam (YARUSI), the liquidation process must be carried out immediately and appoint a similar Foundation that has the same intentions and objectives, then carry out the process of handover of assets, which is in the case, it has been given to the Yayasan Rumah Sakit Islam Fatimah (YARUSIF).

Kata Kunci : Yayasan Rumah Sakit Islam (YARUSI).

  1. S2-2019-418030-abstract.pdf  
  2. S2-2019-418030-bibliography.pdf  
  3. S2-2019-418030-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2019-418030-title.pdf