IMPLEMENTASI KESIAPSIAGAAN SEKOLAH SIAGA BENCAN DALAM MENGHADAPIEUPI MERAPI DAN IMPLIKASINYA TERHADAP KETAHANAN WILAYAH (Studi di SMK N 1 Cangkringan, Sleman, D.I. Yogyakarta)
DHINAR RISKI L.K., Dr. Danang Sri Hadmoko, S.Si, M.Sc;Dr. Ahmad Zubaidi, M.Si
2019 | Tesis | MAGISTER KETAHANAN NASIONALSMK N 1 Cangkringan merupakan Sekolah Siaga Bencana (SSB) yang telah dibentuk oleh BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Sleman. Hasil kajian risiko yang dilakukan pihak sekolah didukung oleh LSM Lingkar menunjukkan bahwa erupsi Merapi adalah ancaman utama di wilayah ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi kesiapsiagaan Sekolah Siaga Bencana serta mengidentifikasi impliasi kesiapsiagaan Sekolah Siaga Bencana SMK N 1 Cangkringan untuk ketahanan wilayah di sekitarnya. Penelitian dilakukan melalui metode kualitatif dengan cara observasi, dokumentasi baik dari artikel/koran, jurnal, maupun internet serta wawancara mendalam dengan kepala sekolah, guru dan siswa serta BPBD sleman dengan total informan bejrumlah 30 orang. Indikator yang digunakan untuk melihat implementasi Sekolah Siaga Bencana antara lain sikap dan tindakan, kebijakan sekolah, perencanaan kesiapsiagaan, dan mobilisasi sumberdaya. Melalui indikator-indikator tersebut akan terlihat implikasi sekolah untuk memperkuat ketahanan wilayah di sekitarnya. SMK N 1 Cangkringan mrmiliki implikasi mewujudkan ketahanan wilayah pada delapan aspek meliputi aspek geografi melalui lokasi yang aman untuk menjadi sekolah paseduluran, aspek sumber daya alam melalui penyedia pakan ternak maupun pramuka peduli Merapi, aspek sumber daya manusia melalui pemuda terdiri dari guru dan murid yang terlibat dalam pengurangan risiko bencana, aspek ideologi melalui pembentukan sikap pengurangan risiko bencana serta kedisiplinan, aspek sosial budaya melalui sarana prasarana sekolah serta Tim siaga yang terintegrasi dengan warga sekitar sekolah,aspek ekonomi melalui simpanan logistik maupun dana sosial, aspek keamanan melalui organisasi polisi siswa serta yang terakhir aspek politik melalui implementasi kebijakan Sekolah Siaga Bencana yang didukung oleh berbagai Kementrian, maupun Dinas Kabupaten.
SMKN (Public Vocational School) 1 Cangkringan was a Disaster Safe School established by Regional Disaster Management Agency (BPBD) of Sleman District. The risk assessment that has been conducted by the school supported by LSM Lingkar has showed that Merapi eruption is the main threat in this area. This research aimed to recognize the implementation of disaster safe school in SMKN 1 Cangkringan and identify the implication of disaster safe school for regional resilience. The research used qualitive method by doing observation, documentation both from article, journals, and internet and also in-depth interviews with the principal, teachers, and students. The totals of informan was 30 people. There was four indicators for the implementation of disaster safe school include attitudes and actions, school policy, preparedness planning, and resource mobilization. Through these indicators, it will be showed that school has a implication to strengthen regional resilience. The research showed that SMK N 1 Cangkringan played an implication in realizing regional resilience in the eight aspects including "geography aspect" through a safe location to become a sister school, "natural resources aspect" through livestock feed providers or Merapi care scouts, "human resources aspect" through youth involvementinclude teachers and students in Disaster Risk Reduction, "ideology aspect" through internalizing attitudes and discipline with respect to DRR, "socio-cultural aspect" through school infrastructures and integration between emergency school team and community nearby, "economic aspect" through logistical savings and social funds, "security aspect" through the establishment of student police organization, through the implementation of the Disaster Preparedness School policy which is supported by various Ministries and other Agencies
Kata Kunci : Sekolah Siaga Bencana, Kesiapsiagaan, Erupsi Gunung Merapi, Ketahanan Wilayah/ Disaster safe school, preparedness, Merapi Eruption, regional resilience