Laporkan Masalah

PENGARUH KARAKTERISTIK WISATAWAN TERHADAP KARAKTERISTIK RUANG JALAN SURYAKENCANA

IRENE SYSPHIATIN, Prof. Ir. Wiendu Nuryanti, M.Arch, Ph.D.

2019 | Tesis | MAGISTER ARSITEKTUR

Kota Bogor merupakan hinterland atau daerah penyangga ibukota Jakarta. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik 2018, Kebun Raya Bogor dan sekitarnya merupakan salah satu destinasi wisata yang paling banyak diminati di Kota Bogor, sehingga kawasan - kawasan sekitarnya, menjadi kawasan penunjang/ amenitas bagi pusat kegiatan kepariwisataan tersebut. Salah satu kawasan yang terdampak dari pertumbuhan wisata di sekitar Kebun Raya Bogor (KRB) adalah Jalan Suryakencana. Sebuah kawasan pecinan yang letaknya paling dekat dan hanya di batasi oleh Jalan Otto Iskandardinata ini, merupakan sebuah kawasan yang merupakan salah satu kawasan strategis karena letaknya yang sangat dekat dengan pintu masuk kota Bogor. Dengan menggunakan metode kualitatif deduktif, dengan cara pengambilan data Place Centered Map dan Time Budgeting, untuk melihat pengaruh karakteritik wisatawan berdasarkan demografis yaitu kelompok umur (dewasa dan milenial) serta berdasarkan cara kedatangannya yaitu perorangan dan keluarga/ kelompok terhadap karakteristik ruang jalan yaitu sistem keterkaitan ruang (sirkulasi, aksesibilitas dan parkir), bentuk dan massa bangunan berupa fasade bangunan, jalur pedestrian, aktivitas penunjang, street furniture (bangku, lampu pedestrian signage, tempat sampah dan self parking machine), path dan Nodes. Didapatkan dalam temuan ini bahwa karakteristik wisatawan pada kegiatan wisata mempengaruhi karakteristik ruang dimana daya tarik wisata kuliner dapat mempengaruhi karakteristik ruang menjadi lebih terbuka, berwarna, perubahan sistem keterkaitan ruang, meningkatkan revitalisasi bangunan sebagai ruang terbuka public(swafoto), hingga perubahan kebijakan pemerintah dalam upaya peningkatan ruang jalan Suryakencana menjadi destinasi wisata yang tidak terencana menjadi destinasi wisata kuliner yang lebih terencana.

Bogor City is a hinterland or buffer zone of the capital city of Jakarta. Based on data from the Central Statistics Agency 2018, the Bogor Botanical Gardens and its surroundings are one of the most popular tourist destinations in the City of Bogor, so that the surrounding areas become supporting areas / amenities for the center of tourism activities. One of the areas affected by tourism growth around the Bogor Botanical Gardens (KRB) is Suryakencana Street. A Chinatown area that is located closest and only limited by Jalan Otto Iskandardinata, is an area that is one of the strategic areas because it is very close to the entrance of the city of Bogor. By using a deductive qualitative method, by taking Place Centered Map data and Time Budgeting, to see the influence of tourist characteristics based on demographics, namely age groups (adults and millennials) and based on the way of arrival, namely individuals and families / groups on the characteristics of road space, namely the system of space linkages (circulation, accessibility and parking), building shape and mass in the form of building facades, pedestrian paths, supporting activities, street furniture (benches, pedestrian signage lights, trash bins and self parking machines), paths and Nodes. It was found in these findings that the characteristics of tourists in tourism activities affect the characteristics of space where culinary tourism attractions can affect the characteristics of space to be more open, colorful, changes in the system of space linkages, increasing the revitalization of buildings as public open spaces (selfies), to changes in government policy in an effort increasing Suryakencana road space to become an unplanned tourist destination into a more planned culinary destination.

Kata Kunci : Karakteristi Wisatawan, Karakteristik Ruang Jalan, Jalan Suryakencana

  1. S2-2019-320333-abstract.pdf  
  2. S2-2019-320333-bibliography.pdf  
  3. S2-2019-320333-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2019-320333-title.pdf