Laporkan Masalah

Uji Molekuler Untuk Deteksi Dan Identifikasi Faktor Risiko Infeksi Trichuris trichiura Pada Anak Balita Di Kabupaten Mimika

DHIKA JULIANA S, dr. E. Elsa Herdiana M, M.Kes., Ph.D ; Prof. dr. Supargiyono, DTM&H, SU, Ph.D., SpParK

2019 | Tesis | MAGISTER ILMU KEDOKTERAN TROPIS

Latar belakang: Infeksi Trichuris trichiura masih menjadi masalah kesehatan di Indonesia, khususnya Papua. Infeksi T. trichiura dapat mengakibatkan gangguan tumbuh kembang pada anak dan menyebabkan malnutrisi, anemia serta stunting. Deteksi trichuriasis berdasarkan pemeriksaan mikroskopis kurang sensitif. Infeksi dengan intensitas rendah terkadang tidak terdeteksi secara mikroskopis karena adanya ambang batas deteksi pada pemeriksaan mikroskopis. Pendekatan molekuler dalam diagnosis infeksi T. trichiura dengan real time PCR bertujuan untuk mengkaji kejadian trichuriasis, faktor risiko yang berperan dalam transmisi infeksi dan kontribusinya terhadap kejadian gizi buruk, stunting dan anemia pada anak balita di Kabupaten Mimika. Metode: Study cross sectional dan House Hold Survey dirancang dan dilakukan untuk mengumpulkan sampel tinja anak balita pada tahun 2013. Total 181 sampel tinja yang telah diperiksa menggunakan Kato-Katz kemudian disimpan pada suhu -800C untuk diperiksa menggunakan real time PCR. Pemeriksaan menggunakan real time PCR dilakukan untuk melihat gambaran infeksi yang lebih jelas dan menemukan kasus infeksi submikroskopis. Analisis univariat, bivariat dan multivariate dilakukan untuk menganalisa faktor risiko yang memengaruhi infeksi T. trichiura. Uji statistik dilakukan chi square test dan regresi logistik dengan tingkat kemaknaan p<0,05 dan tingkat kepercayaan CI 95%. Hasil: Kejadian trichuriasis pada anak balita di Kabupaten Mimika sebesar 32% dengan rata-rata intensitas infeksi ringan. Terdapat hubungan yang bermakna antara kelompok umur dan etnis dengan kejadian infeksi T. trichiura. Infeksi T. trichiura submikroskopik berhubungan dengan kejadian gizi buruk pada anak. Infeksi T. trichiura submikroskopik meningkatkan risiko anemia pada anak balita hingga 1,94 kali, namun tidak bermakna. Infeksi trichuriasis submikroskopik secara signifikan meningkatkan risiko gizi buruk pada anak hingga 3,75 kali. Kesimpulan: Faktor risiko yang berhubungan dengan infeksi T. trichiura pada anak balita di Kabupaten Mimika adalah kelompok umur dan etnis. Infeksi trichuriasis submikroskopik berkontribusi terhadap meningkatnya risiko gizi buruk pada anak.

Background: Infection of Trichuris trichiura still becoming a health problem in Indonesia, especially Papua. T. trichiura infection can lead to growth disorders in children and cause malnutrition, anemia and stunting. Detection of T.trichiura based on microscopic are less sensitive, because of detection threshold on microscopic examination. The molecular approach in the diagnosis of infection T. trichiura with real time PCR aims to assess the incidence of trichuriasis, a risk factor influenced transmission of infection and its contribution to the incidence of malnutrition, stunting and anemia in children under five in Mimika. Method: A cross sectional study designed with House Hold Survey were conducted to collect stool sample from under 5 years children in 2013. A total 181 samples were examined for presence of T. trichiura using Kato-Katz. Molecular approach using real time PCR performed to detect submicroscopic infection. Univariate, bivariate and multivariate analysis was done to analyse the risk factors of T. trichiura infection. Statistical analysis was performed by chi square test and logistic regression with significance level p <0.05 and 95% CI confidence level. Results: The incidence of trichuriasis in children under five in Mimika was 32% with an average intensity of mild infections. There was a significance between age groups and ethnic with T. trichiura infection. Submicroscopic infection of T. trichiura increases the risk of anemia in children up to 1.94 times, but is not significant. Submicroscopic infection of T. trichiura significantly increases the risk of malnutrition in children up to 3.75 times. Conclusion: Risk factors associated with T. trichiura infection children under five in Mimika are age groups and ethnic. Submicroscopic trichuriasis increases risk of being anemia in children under five, but it is not significant. Submicroscopic trichuriasis significantly increases the risk of malnutrition in children under five in Mimika.

Kata Kunci : Trichuriasis, real time PCR, Sosioekonomi, demografi dan status gizi/Trichuriasis, real time PCR, Socioeconomics, demography and nutritional status

  1. S2-2019-418165-abstract.pdf  
  2. S2-2019-418165-bibliography.pdf  
  3. S2-2019-418165-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2019-418165-title.pdf