Hubungan Komite Peninjau Risiko dan Pengungkapan Risiko Terhadap Efisiensi Investasi
ULFAH TIKA SAPUTRI, Keywords: Risk management Committee, Risk Disclosure, Investment Efficiency
2019 | Tesis | MAGISTER SAINS AKUNTANSIKonflik keagenan antara pemegang saham dan manajer perusahaan dalam pengelolaan free cash flow menyebabkan investasi tidak efisien. Manajer memiliki kebijakan dalam pengelolaan free cash flow yaitu membagikan kepada pemegang saham dalam bentuk deviden atau menginvestasikannya dalam proyek tertentu meskipun tidak menambah nilai bagi perusahaan. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam praktis bahwa komite peninjau risiko dapat dipertimbangkan oleh perusahaan untuk meningkatkan fungsi tata kelola perusahaan. Selain itu, pengungkapan risiko dan komite peninjau risiko dapat dipertimbangkan oleh regulator untuk meningkatkan perlindungan investor pada pasar modal Indonesia. Pemilihan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling dan diperoleh sebanyak 406 sampel perusahaan non keuangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2017. Pengujian statistik seperti pengujian statistik deskriptif, uji hipotesis dengan menggunakan uji F, uji koefisien determinasi dan uji t statistic. Uji validitas dengan menggunakan uji Interrater reliability dilakukan untuk menurunkan bias dalam pengukuran pada variabel pengungkapan, serta analisis jalur digunakan untuk mengetahui efek mediasi dalam penelitian. Hasil penelitian membuktikan bahwa komite peninjau risiko mampu menjadikan pengungkapan risiko menjadi lebih luas dan pengungkapan risiko yang luas terbukti mampu menjadikan inefisiensi investasi akibat adanya konflik keagenan menjadi rendah. Penelitian ini juga mampu membuktikan bahwa pengungkapan risiko mampu memediasi secara parsial hubungan antara komite peninjau risiko dan efisiensi investasi.
Agency conflict which is raised between shareholder and company manager in management of free cash flow causes to inefficient investment. The manager has a policy within management of free cash flow, particularly to allot dividend to the shareholder or invest them in particular projects, even it will not add the value of company. This research aims to contribute in practically that the committee of risk management can be considered by the company to improve the function of organization governance. Besides, the risk disclosure and risk management committee can be considered by the regulator to improve investor protection in capital market of Indonesia. The sample selection of this research exerts purposive sampling technique and obtains 406 samples from non-financial organization that are registered in Stock Exchange of Indonesia in 2017. Next, statistics tests of research comprise of descriptive statistics testing, hypothesis testing through F test, determinant coefficient testing and statistic t test. The validity testing in means of interrater reliability is done to reduce bias within measurement on disclosure variable, while path analysis is used to identify effects of mediation in this research. The research findings show that the risk management committee is able to broaden risk disclosure, which in return, this broad risk disclosure is proven to be able to reduce the inefficiency of investment which is caused by agency conflicts. This research is also able to prove that the risk disclosure can mediate partially the relationship between risk management committee and investment efficiency.
Kata Kunci : Kata kunci: Komite peninjau risiko, Pengungkapan risiko, Efisiensi Investasi