PERAN PEMUDA FORUM BELA NEGARA DALAM PENGUATAN KETAHANAN IDEOLOGI MASYARAKAT PERBATASAN
AFRISHA CATUR K., Diana Setiyawati, S.Psi, MHSc, Ph.D; Dr. Muhammad Supraja, S.Sos, S.H, M.Si
2019 | Tesis | MAGISTER KETAHANAN NASIONALPengukuran indeks ketahanan nasional Indonesia selama lima tahun terakhir menunjukkan bahwa komponen ketahanan yang memiliki kerentanan paling rendah adalah ketahanan ideologi dan dikategorikan kurang tangguh sehingga dalam makna strategis merupakan warning (peringatan) yang artinya perlu diperhatikan. Wilayah di Indonesia yang perkembangannya masih sangat tertinggal adalah wilayah perbatasan, bahkan muncul stereotip tentang daerah perbatasan yaitu terluar, terdepan, tertinggal dan memiliki kecenderungan miskin dan tertinggal. Salah satu daerah perbatasan yang menjadi perhatian bersama adalah Pulau Sebatik, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Timur. Terdapat begitu banyak tantangan sebagai daerah perbatasan disana, mulai masalah ideologi, sosial, ekonomi dan lain-lain. Dalam penelitian ini akan membahas tentang peran sebuah organisasi yaitu Forum Bela Negara Sebatik dalam upaya penguatan ideologi masyarakat Sebatik. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui peran Forum Bela Negara Sebatik, kendala yang dihadapi dan hubungan peran organisasi dalam meningkatkan ketahanan ideologi masyarakat perbatasan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Informan dari penelitian ini yaitu pelaksana program, penerima program dan pihak yang terdampak dari program (pemerintah). Pengumpulan data dilakukan melalui tiga cara yaitu wawancara mendalam, Focus Group Discussion (FGD), observasi, daring, studi pustaka dan dilengkapi dengan studi dokumen. Proses teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif dengan mengkoding dan mereduksi data dengan menggunakan software Nvivo 10, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran yang dilakukan Forum Bela Negara Sebatik yaitu memperjelas batas negara, meraih kesetaraan hukum bagi masyarakat, meningkatkan kualitas pendidikan, meningkatkan ketaqwaan masyarakat, memperluas wawasan kebangsaan, menanamkan jiwa nasionalisme masyarakat, dan meningkatkan kesejahteraan sosial. Adapun kendala yang dihadapi Forum Bela Negara Sebatik yaitu padatnya agenda pribadi pengurus, penggerak organisasi yang keluar meninggalkan Sebatik, dan program kerja yang bersifat insidental. Peran yang dilakukan Forum Bela Negara Sebatik memberikan implikasi terhadap ketahanan ideologi yang diukur menggunakan lima sila Pancasila sehingga dapat disimpulkan tentang pengaruh peran Forum Bela Negara Sebatik dalam menguatkan ketahanan ideologi masyarakat perbatasan.
The measurement of national resilience index over the past five years shows that component of resilience that has the lowest vulnerability was the resilience of ideology and categorized as less resilient. In its strategic meaning, it is a warning which needs more attention. The region in Indonesia whose development was still lagged behind were border areas. In fact, stereotypes about border areas are generally called outermost, foremost, left behind and have the propensity to be poor and disadvantaged. One of the border areas of common concern was Sebatik Island, Nunukan Regency, East Kalimantan. There were so many challenges as a border area there, started from ideological, social, economic problems and so on. In this study, the role of an organization, Forum Bela Negara Sebatik, is discussed to strengthen the ideology of the Sebatik society. The purpose of this study was to know the role of Forum Bela Negara Sebatik, the obstacles faced and the implications of the role of the organization in increasing the resilience of the ideology of border communities. This study used qualitative research methods. The informants from this study were program implementers, program recipients and affected parties from the program (government). Data collection was carried out in three ways, namely in-depth interviews, Focus Group Discussion (FGD), and completed with document studies. The process of data analysis techniques used descriptive analysis by coding and reducing data used Nvivo 10 software, presented data and drew conclusions. The results showed that the role carried out by Forum Bela Negara Sebatik clarified national borders, achieving legal equality for the society, improving the quality of education, increased society's devotion, expanded nationality insights, instilled the spirit of society's nationalism, and improved social welfare. The obstacles faced by Forum Bela Negara Sebatik were the overcrowding of the personal agenda of the management, the activists of the organization who left Sebatik, and the incidental work programs. The role of the Sebatik National Defense Forum has implications for the resilience of ideology which is measured using five principles of Pancasila so that it can be concluded about the influence of the role of the Sebatik National Defense Forum in strengthening the resilience of the ideology of border society.
Kata Kunci : Forum Bela Negara Sebatik, Masyarakat Perbatasan, Ketahanan Ideologi