Laporkan Masalah

Tingkat Kesiapan untuk Mewujudkan Pembangunan Berkelanjutan di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta

RIZKA KURNIA HARDANTI, Dr. Lutfi Muta'ali, S.Si., M.T.

2019 | Skripsi | S1 PEMBANGUNAN WILAYAH

Sustainable development atau pembangunan berkelanjutan merupakan agenda pembangunan yang disepakati pada tahun 2012 dan terdiri atas tiga pilar yakni ekonomi, sosial, lingkungan, serta bertujuan untuk mewujudkan kesejahteraan generasi masa kini dan masa depan. Salah satu daerah di Indonesia yang telah menganut nilai-nilai berkelanjutan yakni Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Tujuan penelitian ini antara lain untuk (1) mengukur tingkat kesiapan untuk mewujudkan pembangunan berkelanjutan di DIY, (2) menguji hubungan antar aspek dan determinan geografi di DIY, serta (3) menyusun strategi untuk mencapai pembangunan berkelanjutan di DIY. Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif kuantitatif dengan teknik pengumpulan data sekunder yang berasal dari Potensi Desa (PODES) tahun 2014. Tingkat kesiapan pada tiap desa ditentukan oleh indikator sosial, ekonomi dan lingkungan. Uji statistik yang dilakukan yakni uji beda independent sample T-Test dan korelasi Pearson. Hasil olah data tersebut digunakan sebagai dasar dalam menentukan strategi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar indikator kesiapan telah dicapai dengan baik, namun masih terdapat masalah terutama sistem pengelolaan sampah dan pencemaran udara. Berdasarkan hasil uji korelasi, terdapat hubungan yang searah antara aspek lingkungan, sosial dan ekonomi. Berdasarkan hasil uji beda, skor kesiapan di kelurahan relatif lebih tinggi daripada di desa. Strategi untuk desa dengan tingkat kesiapan rendah yaitu fokus dalam memecahkan masalah penghambat dan melakukan percepatan pembangunan, terutama desa di Kabupaten Gunungkidul dan Kabupaten Kulon Progo. Strategi untuk desa dengan tingkat kesiapan sedang yaitu fokus meningkatkan kinerja dan menyeimbangkan pencapaian pada ketiga aspek. Strategi untuk desa dengan tingkat kesiapan tinggi yaitu fokus mempertahankan pencapaian kemudian menyempurnakan target SDGs, terutama pada desa/kelurahan di Kota Yogyakarta, Kabupaten Sleman dan Kabupaten Bantul.

Sustainable development is an agenda agreed in 2012 and consisting of three pillars namely economic, social, environmental, which aims to achieve the welfare for present and future generations. One region in Indonesia that has embraced sustainable values is Special Region of Yogyakarta (DIY). The objectives of this study were to (1) measure the level of readiness to implement sustainable development in DIY, (2) examine the relationship between aspects and geographic determinants in DIY, and (3) develop strategies to achieve sustainable development in DIY. This research used quantitative descriptive analysis method with secondary data collection techniques derived from Village Potential (PODES) in 2014. The level of readiness in each village was determined by social, economic and environmental indicators. Statistical tests were carried out namely different test independent sample T-test and Pearson correlation. The results of the data processing were used as the basis for determining the strategy. The results of this study show that most indicators of readiness have been achieved well, but there are still problems, especially the poor condition of waste management system and air pollution. Based on the results of the correlation test, there is a direct relationship between environmental, social and economic aspects. Based on the results of differential tests, the readiness score in the city is relatively higher than in the village. The strategy for villages with a low level of readiness is to focus on solving barriers and accelerating development, especially in villages in Gunungkidul Regency and Kulon Progo Regency. Strategies for villages with a moderate level of readiness namely focusing on improving performance and balancing achievement in all three aspects. The strategy for villages with a high level of readiness is to focus on maintaining achievements and then refining the SDGs target, especially in villages / villages in Yogyakarta City, Sleman Regency and Bantul Regency.

Kata Kunci : pembangunan berkelanjutan, sustainable development goals, sosial, ekonomi, lingkungan, desa

  1. S1-2019-364970-abstract.pdf  
  2. S1-2019-364970-bibliography.pdf  
  3. S1-2019-364970-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2019-364970-title.pdf