Laporkan Masalah

Studi Fenomenologi Pengalaman Hijrah Mahasiswa Universitas Gadjah Mada Yogyakarta dan Implikasinya Terhadap Ketahanan Pribadi

AZIZ ASY'ARI, Muhamad Supraja; Samsul Maarif

2019 | Tesis | MAGISTER KETAHANAN NASIONAL

Seiring dengan maraknya tren hijrah di kalangan mahasiswa, baik melalui berbagai kelompok pengajian maupun saluran media sosial, tak bisa dipungkiri bahwa kata hijrah sekarang tengah mencapai puncak popularitasnya, khususnya di kalangan masyarakat muslim urban dengan tendensi keberislamannya yang eksklusif. Di sini lah letak dilematisnya. Di satu sisi kata hijrah telah dipopulerkan dan diperbincangkan, tapi di sisi lainnya, sebagai sebuah nilai dan konsep penting dalam Islam, hijrah makin kehilangan relevansinya dari kondisi sosial dan politik yang mendera mayoritas kaum muslim di Indonesia. Oleh karena itu diperlukan suatu analisis untuk mengungkap pengalaman hijrah mahasiswa Universitas Gadjah Mada Yogyakarta dan implikasinya terhadap ketahanan pribadi. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Subjek penelitian berjumlah sepuluh orang mahasiswa Universitas Gadjah Mada Yogyakarta yang dipilih dengan menggunakan teknik purposive. Untuk Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah: observasi; wawancara; dokumentasi; kepustakaan; dan internet. Adapun teknik analisis data yang digunakan: pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian ini: 1) Mengenai pengalaman hijrah mahasiswa di Universitas Gadjah Mada ini bisa menjadi titik balik semangat hijrah dari anak-anak muda di Indonesia yang sudah merasa lelah dengan masa lalunya, sehingga mereka menginginkan perubahan untuk menjadi pibadi yang lebih baik. Dengan demikian, satu-satunya cara menurut mereka adalah mengisi kekosongan hati dengan agama. 2) Hijrah mampu mendukung ketahanan pribadi para pelakunya, karena melalui proses hijrah para pelakunya dapat meningkatkan kapasitas dirinya ke arah yang lebih baik seperti; rasa percaya diri, keteguhan dalam memegang prinsip, motivasi hidup, rasa tanggung jawab, kreativitas dan mendambakan kebersamaan. Akan tetapi, hijrah bisa menjadi tantangan bagi ketahanan pribadi para pelakunya karena ketahanan pribadi merupakan cerminan sosok manusia Indonesia yang berkepribadian Pancasila, sehingga fenomena-fenomena yang mengakibatkan seseorang tidak mempunyai kepribadian Pancasila ini harus menjadi kesadaran dan perhatian bersama. Seperti halnya temuan bahwa pelaku hijrah megidealkan segala sesuatu harus islami, bahkan dalam hal bernegara sekali pun. Karena bagi Indonesia menjadi pribadi yang relijius itu penting tapi harus dibarengi dengan nasionalisme, Indonesia adalah negara Pancasila bukan negara agama.

Along with the rising trend of migrations among students, both through various study groups and social media, it cannot be denied that the word hijrah is now reaching the peak of its popularity, especially among urban Muslim communities with their exclusive Islamic tendencies. Herein lies the dilemma. On the one hand the word hijrah has been popularized and discussed, but on the other hand, as important values and concepts in Islam, hijrah is increasingly relevant to the social and political conditions that plague Muslim relations in Indonesia. Therefore we need an analysis for how the experience of students Hijrah At the Gadjah Mada University in Yogyakarta and its implications for personal security. This study uses qualitative research methods using phenomenology. The research subjects chosen by the Gadjah Mada University in Yogyakarta were selected using a purposive technique. For data collection techniques used are: observation; Interview; documentation; literature; and internet. The data analysis techniques used: collecting data, reducing data, presenting data and gathering conclusions. Results from this study: 1) About the experience of students Hijrah at Gadjah Mada University was a turning point in the spirit of Hijrah from young people in Indonesia who were satisfied with their pasts, so they wanted to become a better person. Thus, the only way they think is to fill the emptiness of the heart with religion. 2) Hijrah is able to support the resilience of the perpetrators, because through the hijrah process the hijrah experts can increase the capacity associated with a better Direction such as; self-confidence, determination in holding principles, life motivation, sense of responsibility, creativity and longing for togetherness. However, hijrah can be a challenge to the resilience of private practitioners because of personal resilience is a reflection of the human figure a personality of Pancasila Indonesia, so the phenomena that lead to a person does not have This should be the Pancasila personality awareness and attention.As with the findings that the perpetrators of the hijrah makes ideal everything must be Islamic, even in matters of State. As for Indonesia become religious it is important but should be coupled with nationalism, Indonesia is a country of Pancasila instead of the State religion.

Kata Kunci : Pengalaman Hijrah, Mahasiswa, Ketahanan Pribadi

  1. S2-2019-420113-abstract.pdf  
  2. S2-2019-420113-bibliography.pdf  
  3. S2-2019-420113-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2019-420113-title.pdf