Laporkan Masalah

Pariwisata Perbatasan dan Partisipasi Perempuan

MERI SAHRINA NURYATI, Prof. Dr. Heddy Shri Ahimsa-Putra, M.A., M.Phil,. dan Dr. Ir. Djoko Wijono, M.Arch

2019 | Tesis | Magister Kajian Pariwisata

Keterlibatan perempuan dalam berbagai bidang selalu menjadi bahan kajian yang menarik, termasuk partisipasinya dalam kegiatan pariwisata di Kawasan Perbatasan Entikong. Pengembangan Kawasan Perbatasan Entikong sebagai salah satu destinasi wisata yang dikenal dengan nama Pariwisata Perbatasan (Border Tourism atau Cross-Border Tourism) dianggap sebagai sebuah peluang besar oleh pemerintah Indonesia sebagai salah satu faktor pendorong dalam meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat di sekitar kawasan perbatasan. pengembangan destinasi wisata perbatasan ini memberikan pengaruh terhadap keterlibatan perempuan dalam bidang akomodasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji kondisi pengembangan pariwisata perbatasan Entikong saat ini, bentuk partisipasi perempuan dalam kegiatan pariwisata perbatasan Entikong khususnya dalam bidang akomodasi, serta faktor-faktor yang mempengaruhi partisipasi perempuan dalam kegiatan pariwisata perbatasan di Entikong terutama dalam bidang akomodasi. Manfaat dari penelitian ini sebagai salah satu referensi dalam kajian ilmu pengembangan pariwisata di kawasan perbatasan yang berdampak pada meningkatnya partisipasi perempuan dalam kegiatan pariwisata khususnya dalam penyediaan akomodasi di kawasan pariwisata perbatasan di Indonesia yang masih terbilang baru dan masih jarang dilakukan penelitian. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan metode etnografi melalui studi pustaka, pengamatan terlibat, wawancara, dan dokumentasi, serta analisis data dengan menggunakan analisis domain, analisis taksonomi, serta analisis komponensial. Pengembangan pariwisata perbatasan di Entikong dilakukan sejak tahun 2016 dengan mengacu pada konsep pengembangan destinasi wisata yaitu 3A (Atraksi, Aksesibilitas, dan Amenitas), pengembangan ini direncanakan selesai pada akhir tahun 2019. Bentuk partisipasi perempuan dalam kegiatan pariwisata perbatasan di Entikong dalam bidang akomodasi bersifat spontan. Faktor-faktor yang mendorong partisipasi tersebut adalah adanyakesetaraan gender, manfaat, dan dukungan dari berbagai pihak seperti keluarga, adat, norma, dan budaya.

Women's involvement in various fields has always been an interesting subjects for study, including its participation in tourism activity in the Entikong Border Post. The development of the Entikong Border Post as one of the tourist destinations known as the Border Tourism or Cross-Border Tourism is considered a great opportunity by the Indonesian government as one of the driving factors in improving the economy and welfare of the people around the border. The development of border tourism destinations has an influence on the involvement of women in the accommodation sector. The purpose of this study was to examine the current condition of Entikong border tourism development, the forms of women's participation in Entikong border tourism activity, especially in the accommodation sector, as well as the factors that influence women's participation in border tourism activity in Entikong, especially in the accommodation sector. The benefit of this research as one of the references in the study of tourism development in the border region that have an impact on increasing women participation in tourism activity, especially in providing accommodation in border tourism areas in Indonesia, which is still relatively new and rarely conducted research. The method used in this research was descriptive qualitative method with ethnographic method approach through library research, involved observation, interview, and documentation, as well as data analysis using domain analysis, taxonomic analysis, and componential analysis. The development of border tourism in Entikong has been carried out since 2016 with reference to the concept of developing tourist destination, namely 3A (Attraction, Accessibility, and Amenity). This development is planned to be completed by the end of 2019. The form of women's participation in border tourism activity in Entikong in the field of accommodation is spontaneous. Factors that encourage such participation are gender equality, benefits, and support from various parties such as family, customs, norms, and culture.

Kata Kunci : partisipasi perempuan; pariwisata perbatasan; persamaan gender/women participation; cross-border tourism; gender equality

  1. S2-2019-407921-abstract.pdf  
  2. S2-2019-407921-bibliography.pdf  
  3. S2-2019-407921-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2019-407921-title.pdf