ANAL1SIS USAHATANI PENGEMBANGBIAKAN SAPI POTONG DI DAERAII ISTIMEWA YOGYAKARTA
HENDRAYATI, SEPTI, Drh. Winarno, S U.
2000 | Skripsi | S1 ILMU DAN INDUSTRI PETERNAKANPenelitian ini diiakukan pada bulan September 1999 sampai bulan Maret 2000. Tujuan penelitian adalah menghitung penerimaan dan biaya usaha pengembangbiakan sapi potong pada periode waktu tertentu serta mengetahui break even point (BEP) usaha pengembangbiakan pada kondisi usahatani. Data yang dikumpulkan berasal dari wawaneara sebanyak 51 responden peternak sapi potong peranakan lokal dan 29 responden peternak sapi potong peranakan unggul yang berada didelapan kecamatan di Daerah Istimewa Yogyakarta. Responden dipiiih dengan metode Purposive dan Quota Sampling yaitu sampel dipiiih berdasarkan pertimbangan-pertiinbangan tertentu vang diambil berdasarkan tujuan penelitian. Data yang CLiiperoleh kemudian ditabulasi dan dianalisis menggunakan analisis penerimaan, biaya dan BEP. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari usahatani ternak sapi potong pengembangbiakan, petani memperoleh pendapatan bersih perekor induk pertahun sebesar Rp 700.081 untuk peranakan unggul dan Rp 393.920 untuk peranakan lokal. Apabila opportunity cost pakan dan tenaga kerja tidak diperhitungkan seperti kondisi petani maka BEP dicapai 0,92 untuk peranakan unggul dan 0,95 untuk peranakan lokal. BEP ini lebih kecil dari rata-rata kepemilikan ternak yang ada, ini berarti pada kondisi saat ini dengan rata-rata pemeliharaan satu ekor induk peternak sudah bisa mendapatkan keuntungan meskipun kecil. { Kata Kunci : Usahatani, Sapi Potong, Pengembangbiakan, Penerimaan dan Biaya, BEP }.
The research was conducted on September 1999 to March 2000. The objectives of the research were to calculate income and expenses the beef cattle breeding at certain period and to determine break even point (BEP) on farm condition. The data were collected from 51 respondents of domestic breed beef cattle farmers and 29 respondents of superior breed beef cattle farmers who lived in eight districts in Daerah Istimewa Yogyakarta residence. Respondents were selected using purposive and quota sampling method, which the sampel were selected based on certain criteria related to the objectives of this research. The data were tabulated and analyzed using income expenses and break even point (BEP}. The result of the research indicated that based on the existing farm condition of the beef cattle breeding, the net income per year was Rp 700.081 for superior breed and was Rp 393.920 for domestic breed. If opportunity cost of non cash animal feed and family labour were not included in economic calculation, BEP was 0,92 for superior breed and 0,95 for domestic breed. The BEP's were smaller than the average animal owned. This mean that condition with average one cow their owned, the farmers can get profit although small profit. (Key Words: Farm, Beef Cattle, Breeding, Income and Expenses, BEP).
Kata Kunci : Usahatani, Sapi Potong, Pengembangbiakan, Penerimaan dan Biaya, BEP