USAHA TERNAK ITIK PADA PEMELIHARAAN TRAD1SIONAL DI DESA MADUREJO , KECAMATAN PRAMBANAN, KABUPATEN SLEMAN
Santosa, Sarjito Budi, Ir. Sudi Nurtini, S.U.
2001 | Skripsi | S1 ILMU DAN INDUSTRI PETERNAKANPenelitian usaha ternak itik secara tradisional ini bertujuan untuk mengetahui pendapatan yang diperoleh peternak, rentabilitas usaha, dan gambaran prospek usaha. Penelitian dilaksanakan di Desa Madurejo, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman dari bulan Januari 2001 sampai Maret 2001. Metode penelitian yang digunakan adalah survai dan wawancara langsung dengan menggunakan kuesioner terhadap 30 peternak sebagai responden. Data yang diambil meliputi identitas responden, jumlah pemilikan, besarnya modal, output, input, pendapatan peternak, dan faktor pendorong serta hambatan dalam beternak itik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata pendapatan tunai usaha itik sebesar Rp. 790.250,03 serta pendapatan tunai dan non tunai sebesar Rp.654.955,72 dari setiap peternak per tahun dengan rata-rata pemilikan 44,47 ekor. . Rentabilitas usaha pada perhitungan tunai sebesar 32,90% dan pada perhitungan tunai dan non tunai sebesar 27,27%. Disimpulkan bahwa ternak itik dapat memberikan tambahan pendapatan dan mempunyai prospek yang baik di masa yang akan datang meskipun diusahakan dengan cara tradisional dan sederhana. (Kata kunci : Itik, usaha ternak, tradisional)
The study was conducted to know the farmer's income, the rentability, and the prospect of duck raising at Madurejo village, Prambanan district, Sleman regency. This study began on January up to March 2001. Survey was done to collect data from 30 respondents. The data that were collected consisted of respondents identifity, duck ownership, the total amount of capital, output, input, farmer's income, and promoting and inhibiting factors in raising ducks. The result of the survey indicated that farmer income per respondent per year with ownership of 44.47 heads in cash, and the cash and non-cash was Rp 790,250.03 and Rp 654,955.72 respecttively. The rentability of raising ducks in cash was 32.90% and the cash and non-cash calculation was 27.27%. It could be concluded that duck farming was able to give additional income and it had a good prospect in the future although it was managed by traditional and simple systems. ( Keywords : Duck, farming, traditional )
Kata Kunci : Itik, usaha ternak, tradisional