Laporkan Masalah

ANALISIS PENGARUH VARIABEL MAKRO EKONOMI TERHADAP YIELD EBA HASIL SEKURITISASI PIUTANG KPR DI INDONESIA

BINTAR ANDHY PRABOWO, Mamduh M.Hanafi, Dr., M.B.A.

2019 | Tesis | MAGISTER MANAJEMEN (KAMPUS JAKARTA)

Kondisi pasar modal di Indonesia terus tumbuh dengan sangat pesat baik pada pasar saham maupun pada pasar pendapatan tetap atau obligasi. Dengan makin berkembangnya pasar modal di Indonesia, masih belum banyak penelitian yang membahas tentang pasar modal yang membahas tentang obligasi terlebih yang membahas tentang Efek Beragun Aset (EBA). Penelitian ini bertujuan untuk menguji faktor - faktor ekonomi makro yang mempengaruhi imbal hasil dari investasi pada obligasi khususnya pada EBA. Pada penelitian ini menggunakan beberapa variabel independen antara lain yield surat utang negara, inflasi, IHSG, nilai tukar Rupiah dan legal maturity, sedangkan variabel dependen adalah yield EBA hasil sekuritisasi piutang KPR di Indonesia. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah EBA hasil sekuritisasi piutang KPR yang masih outstanding pada antara tahun 2017 sampai dengan 2018. Terdapat sebanyak 8 seri EBA dari 6 penerbitan yang menjadi sampel dalam penelitian ini. Alat analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah Regresi Data Panel. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa inflasi, yield surat utang negara dan legal maturity memiliki hubungan positif dan signifikan terhadap yield EBA. Sedangkan variabel nilai tukar Rupiah memiliki hubungan negatif dan tidak signifikan terhadap yield EBA. Sementara itu, variabel IHSG memiliki hubungan positif dan tidak signifikan terhadap yield EBA.

The condition capital market in Indonesia continues grow very rapidly both in stock market and also the fixed income or bond markets. With the growing development of the capital market in Indonesia, there is still not much research that discusses the capital market in bonds, especially those in Mortgage Backed Securities (MBS). This study aims to examine the macro economic factors that influence the returns on investments in bonds, especially in MBS. In this study, using several independent variables, including government bonds yield, inflation, IHSG, Rupiah exchange rate and legal maturity, while the dependent variable is MBS yield. The population used in this study is the MBS that is still outstanding between 2017 and 2018. There are as many as 8 EBA series from 6 issuance that become sample in this study. The analytical tool used in this study is the data panel regression. The results of this study indicate that inflation, government bond yields and legal maturity have a positive and significant relationship to MBS yields. While the Rupiah exchange rate variable has a negative and not significant relationship to the MBS yield. Meanwhile, the IHSG variable has a positive and not significant relationship to the MBS yield.

Kata Kunci : yield EBA, yield surat utang negara, inflasi, nilai tukar Rupiah, IHSG, legal maturity, regresi data panel

  1. S2-2019-417400-abstract.pdf  
  2. S2-2019-417400-bibliography.pdf  
  3. S2-2019-417400-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2019-417400-title.pdf