Laporkan Masalah

STRATEGI FRAMING KELOMPOK PERPAG DALAM MOBILISASI MASYARAKAT DESA SIKAYU UNTUK MENOLAK PENDIRIAN PABRIK SEMEN DI WILAYAH GOMBONG SELATAN

RATNA FITRIANA DEWI, Prof. Dr. Phil. Janianton Damanik, M.Si

2019 | Skripsi | S1 PEMBANGUNAN SOSIAL DAN KESEJAHTERAAN

Rencana penambangan batuan karst dan pendirian pabrik semen di kawasan karst Gombong selatan menimbulkan kekhawatiran bagi masyarakat disekitar area karst khususnya Desa Sikayu. Masyarakat yang khawatir akan dampak negatif hal tersebut kemudian membentuk sebuah kelompok gerakan sosial yang bernama Perpag. Perpag dalam jangka waktu tiga tahun berhasil mengumpulkan anggota ribuan orang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui strategi framing yang dilakukan oleh Perpag dalam memobilisasi masyarakat Desa Sikayu. Penelitian ini menggunakan teori mobilisasi sumberdaya dan teori framing. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan teknik pengumpulan data observasi, wawancara mendalam dan dokumentasi. Informan penelitian berjumlah 11 orang yang terdiri dari pengurus Perpag, petani, ibu rumah tangga, dan pihak eksternal. Peneliti melakukan uji keabsahan data dengan triangulasi sumber. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa Perpag memiliki empat strategi framing dalam memobilisasi dukungan. Strategi pertama yaitu memperkenalkan Perpag kepada masyarakat. Perkenalan dilakukan dengan pendekatan formal dan non formal. Strategi framing kedua dengan mendefinisikan isu kepada masyarakat. Perpag mengangkat sebuah isu sebagai sebuah momentum untuk memulai gerakan perlawanan. Strategi ketiga dengan memotivasi masyarakat untuk terlibat dalam kegiatan Perpag. Motivasi dilakukan dengan menggunakan nilai-nilai agama, cerita pengalaman dari kelompok gerakan sosial lain dan mengaitkan isu yang diangkat Perpag dengan kebutuhan masyarakat. Strategi terakhir dengan melibatkan partisipan dalam perencaan dan pelaksanaan kegiatan Perpag.

The plans for the mining of karstic rocks and the establishment of cement plants in the southern Gombong karst area have raised concerns for the community around the karst area, especially Sikayu Village. People who were worried about the negative impacts later formed a social movement group called Perpag. The Perpag for three years managed to gather thousands of members. The purpose of this study was to find out the framing strategy carried out by Perpag in mobilizing the people of Sikayu Village. This study uses the theory of resource mobilization and framing theory. The research method used is qualitative with data collection techniques of observation, in-depth interviews and documentation. The research informants were 11 people consisting of administrators of Perpag, farmers, housewives, and external parties. The researcher tested the validity of the data by source triangulation. The results of this study indicate that the Perpag has four framing strategies in mobilizing support. The first strategy was to introduce Perpag to the community. Introductions are carried out with formal and non-formal approaches. The second framing strategy is by defining issues to the community. Perpag raised an issue as a momentum to start the resistance movement. The third strategy is to motivate the community to be involved in Perpag activities. Motivation is done by using religious values, stories of experiences from other social movement groups and linking issues raised by the Perpag to the needs of the community. The final strategy involves involving participants in the planning and implementation of Perpag activities.

Kata Kunci : framing, mobilisasi, gerakan sosial, Perpag

  1. S1-2019-369320-abstract.pdf  
  2. S1-2019-369320-bibliography.pdf  
  3. S1-2019-369320-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2019-369320-title.pdf