Evaluasi Luaran Klinis Terapi Antibiotika pada Pasien Anak Rawat Inap dengan Infeksi Saluran Kemih di RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta
WIDYA ADHITAMA, Dr. Ika Puspita Sari, M.Si., Apt; Dr. dr. Ida Safitri Laksanawati, Sp. A (K).
2019 | Tesis | MAGISTER FARMASI KLINIKInfeksi Saluran Kemih (ISK) merupakan penyakit infeksi yang sering terjadi pada anak selain infeksi saluran nafas atas dan diare di negara berkembang. Salah satu terapi yang diberikan adalah antibiotik, pemilihan antibiotik harus didasarkan pola resistensi bakteri lokal. Tujuan penelitian ini untuk menilai hubungan rasionalitas antibiotik empiris terhadap luaran klinis pasien anak rawat inap dengan ISK di Rumah Sakit dr. Sardjito Yogyakarta. Penelitian ini merupakan penelitian observasional menggunakan rancangan deskriptif-analitik dengan desain cohort retrospektif. Subyek penelitian adalah pasien anak rawat inap dengan ISK di Rumah Sakit dr. Sardjito Yogyakarta periode 1 Januari 2016 - 31 Desember 2018. Jumlah pasien yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi sebanyak 63 pasien dengan 70 regimen antibiotik. Rasionalitas penggunaan antibiotik empiris dievaluasi menggunakan metode Gyssens. Hasil dari penelitian ini menunjukkan antibiotik empiris yang rasional yaitu sebesar 84,3% (59 regimen), dan yang tidak rasional sebesar 15,7% (11 regimen). Pada penggunaan antibiotik yang rasional dan memberikan luaran klinis membaik sebesar 82,9%, dan dianalisis dengan uji Fisher menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara rasionalitas antibiotik empiris terhadap luaran klinis pasien anak ISK dengan nilai p=0,011 (OR = 21,750; CI 95% = 2,011 - 235,202). Gambaran pola bakteri pada pasien ISK anak yaitu bakteri yang menginfeksi terbesar dari bakteri gram negatif (81,97%) dan bakteri gram positif sebesar 18,03%.
Urinary Tract Infection (UTI) is one of the most common infection diseases that occurs in children besides upper respiratory tract infection and diarrhea in developing countries. The therapy for UTI is by using antibiotics, where the selection of antibiotics therapy has to be based on the pattern of local bacteria's resistance. The objective of this study were to assess the correlation between antibiotic's rationality and the clinical outcome of UTI in pediatrics from the used of empiric antibiotic for inpatient care pediatrics with UTI at dr. Sardjito Yogyakarta's Hospital. The method in this study was observational descripted-analytic with retrospective cohort design. The subject of this study was the inpatient care pediatrics with UTI at Dr. Sardjito Yogyakarta's hospital from January 2016-Desember 2018. There were 63 patients in this study with 70 regimen of antibiotic. The results of this study indicate that rational used of empiric antibiotics according to Gyssens's method are at 84.3% (59 regimen), and irrational at 15.7% (11 regimen). The rational used of empiric antibiotics with good clinical outcome was 82,9% (59 regimen). Based on the analysis of Fisher test, there was a significant correlation between the rationality of antibiotic used and the clinical outcome with p-value 0.011 (OR = 21,750; CI 95% = 2,011 - 235,202). The bacteria profile showed that Gram negative (81.97%) was infecting the most while Gram positive was only 18.03%.
Kata Kunci : Infeksi Saluran Kemih, Antibiotik Empiris, Luaran klinis