Laporkan Masalah

Prediksi kerusakan dan biaya pemeliharaan mesin pada PT Kiho Budi Korin Yogyakarta

PRASEDYA, Teguh Budi, Drs. Agastya, MBA.,MPM

2001 | Tesis | Magister Manajemen

Dalam proses produksi, bagian pemeliharaan merupakan salah satu bagian yang penting. Bagian ini menangani seluruh masalah pemeliharaan mesin dan suku cadang berkaitan dengan kerusakan yang terjadi. Terjadinya kerusakan mesin menimbulkan dampak yang cukup besar, baik kerugian biaya maupun material. Untuk menghindari pemborosan, maka diperlukan adanya rencana pemeliharaan mesin agar diperoleh waktu pemakaian mesin yang sesuai dengan umur ekonomisnya dan biaya pemeliharaan yang ekonomis, mengingat biaya pemeliharan biasanya semalun besar seiring waktu penggunaan mesin. Obyek penelitian adalah mesin jahit BL 340 dan Kh4 2-740. Metode yang digunakan untuk mempredksi kapan terjadinya kerusakan mesin adalah dengan menghitung MTBF (Maju kerusakan) yang menentukan berapa lama mesin akan beroperasi sebelum mengalami kerusakan. Untuk menentukan biaya pemeliharaan mesin, dilakukan penjumlahan antara gaji teknisi (biaya tetap) dan biaya perbaikadpenggantian suku cadang mesin (biaya variabel). Untuk perhitungan umur ekonomis mesin digunakan dua metode, yaitu dari segi keuntungan maksimum dan segi biaya total minimum. Hasil analisis menunjukkan bahwa waktu pemeliharaan mesin untuk mesin jahit BL 340 dan KM 2-740 berdistribusi eksponensial dengan MTBF (waktu rata-rata antar kerusakan) masing-masing adalah 288,2 jam dan 264,5 jam. Besarnya biaya pemeliharaan mesin BL 340 untuk tahun 1999 adalah Rp. 95.346,34 dan untuk mesin KM 2-740 adalah Rp. 393.621,34. Biaya pemeliharaan ini dihitung setiap tahun dan selalu berubah tergantung pada sering tidaknya mesin mengalami perbaikadpenggantian suku cadang. Umur ekonomis mesin yang dihitung dari segi keuntungan maksimum dan dari segi biaya total minimum untuk mesin BL 340 adalah 6 tahun dan untuk mesin KM 2-740 adal@ 10 tahun.

Muiiilenunce depurienzeiil is /he niosl imporlunl purl in ihe produclion proce.vs. This departement handle all qf the maintenance problem include machines failure und components inventory. Machine .failure cuusse a big eflkct, include cost loss and the material. To avoid that, it needs a maintenance machine planning, so that will he find u machine using time as match as with the economic lfe machine and the economic muintenunce cost, consider that maintenance cost is usuully bigger in connection with the The research object is a BL 340 and KM2-740 sewing machine. The methods lhul use lo predicl when ihe niuchines will be fi-rilure is wilh searching MTBF ( I Ifuilure rate ), that fixed how long the machines will be operate before its failure. Machine maintenance cost is calculated by the technician salaiy (fixed cosr) and the repairicomponents change cost (variable cost). Economic life machine will he Jind with two methods: from the maximum projt and from the equivalent un form annual cost. The unulysis result shows the mchines muintenunce times to BL 330 uncE KM 2- 140 sewing machine is an Exponensial distribution with MlBF( Mean Time Between .failure ) one by one is 288.2 hours and 264.5 hours. Maintenance cost for BL 340 muchine on I999 is Rp. 95,31634 andfiw KM 2-74 machine is Rp. 393,621.34. This maintenance cost count every year and it ulwuys change depends on the machine failure. The economic life fiom the maximum profit and from equivalent un form annual cost for RI, 340 muchine is 6 years and fbr KM2-740 muchine is 10 years. . machine using times.

Kata Kunci : Manajemen Produksi, Biaya Pemeliharaan


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.