ANALISIS KOMPARATIF SERTIFIKASI AUDITOR: CERTIFIED FRAUD EXAMINER (CFE) DAN CERTIFIED FORENSIC AUDITOR (CFrA)
RESA ARIYANTO, Sumiyana, Dr., M.Si., Ak., CA.
2019 | Tesis | MAGISTER AKUNTANSITujuan - Tujuan dari penelitian ini membandingkan skema kurikulum kompetensi sertifikasi CFrA dan CFE serta mengidentifikasi alasan lembaga sertifikasi profesi di Indonesia menyelenggarakan sertifikasi CFrA. Desain/Metodologi/Pendekatan - Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan melakukanan analisis komparasi terhadap sertifikasi CFE dan CFrA. Data yang digunakan yaitu data sekunder yang berkaitan dengan standar kompetensi kurikulum dan persyaratan sertifikasi dari tahap pendaftaran sampai tahap pasca memperoleh sertifikasi. Temuan - Hasil penelitian menunjukkan bahwa lembaga sertifikasi di Indonesia mengacu kepada lembaga ACFE dengan melakukan modifikasi dan adaptasi materi sesuai dengan kebutuhan di Indonesia. Hasil komparasi antara sertifikasi CFrA dan CFE menunjukkan bahwa: (1) Pada analisis ekonomis, sertifikasi CFrA lebih murah daripada sertifikasi CFE dengan perbandingan 2:1; (2) Pada analisis sosial budaya, ujian menggunakan bahasa sehari-hari lebih mudah daripada bahasa internasional; (3) Pada analisis teknik, individu atau kelompok dalam memilih sertifikasi mempertimbangkan cost of effort yang diperoleh; (4) Pada analisis kebijakan politik, LSP-AF memberikan kemudahan dalam memperoleh kelulusan sertifikasi daripada ACFE; (5) Sertifikasi CFE memiliki manfaat yang memadai untuk melakukan pekerjaan di berbagai negara karena kompetensi yang dimiliki lebih komprehensif daripada sertifikasi CFrA. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa sertifikasi CFE lebih unggul dalam hal kompetensi yang ditawarkan sedangkan sertifikasi CFrA lebih unggul dalam hal kemudahan dalam memperoleh sertifikasi yang dipersyaratkan. Batasan/Implikasi - Penelitian ini memiliki implikasi pada akademisi, praktisi auditor, dan lembaga profesi dalam menentukan pilihan sertifikasi sebagai pendukung kompetensi. Keterbatasan dalam penelitian ini adalah tidak mempertimbangkan kualitas dalam memberikan penilaian terhadap kategori yang diperbandingkan. Originalitas/Nilai - Kurikulum dapat digunakan untuk meningkatkan daya saing, satu di antaranya melalui evolusi sesuai kondisi saat ini. Mengadopsi dari suatu lembaga yang telah lama berdiri tidak menjamin hasil adopsinya lebih berkualitas. Selain itu, penelitian ini merupakan penelitian pertama yang melakukan komparasi terhadap kurikulum CFE dan CFrA.
Objective - This research aims to compare competency curriculum schemes of CFrA and CFE certification and identify the reasons of professional certification institutions in Indonesia for administering CFrA certification. Design/Methodology/Approach - This research employed a descriptive qualitative approach by performing a comparative analysis of CFE and CFrA certifications. Data were secondary data relating to curriculum competency standards and certification requirements starting from the registration stage until the post-certification stage. Findings - The results of the research indicated that the certification institutions in Indonesia refers to the ACFE institution by modifying and adapting materials in accordance with the needs in Indonesia. The results of comparison between CFrA and CFE certifications indicated that: (1) Based on economic analysis, CFrA certification is cheaper than CFE certifications with a ratio of 2:1; (2) Based on socio-cultural analysis, examinations using everyday language are easier than international languages; (3) Based on technical analysis, individuals or groups considers the cost of effort obtained in choosing certification; (4) Based on the analysis of political policy, LSP-AF makes it easier to obtain certification than ACFE; (5) CFE certification has adequate benefits for doing work in many countries because the competency possessed is more comprehensive than CFrA certification. It can be concluded from this research that CFE certification is superior in terms of competencies offered, while CFrA certification is superior in terms of the easiness of obtaining the required certification. Limitations/Implications - This research has implications for academics, auditor practitioners, and professional institutions in determining certification choices as supporting competencies. A limitation of this research is that it does not consider quality in evaluating the categories compared. Originality/Value - Curricula can be used to improve competitiveness, one of which is through evolution in accordance with current conditions. Adopting from an institution which has been established for a long time does not guarantee that the quality of adoption results will be higher. In addition, this research is the first research that makes a comparison between CFE and CFrA curriculums.
Kata Kunci : Audit Forensik, Auditor, Fraud, Sertifikasi CFE, Sertifikasi CFrA