Laporkan Masalah

PERAN DUKUNGAN SOSIAL SUAMI DAN OTONOMI KERJA TERHADAP KESEIMBANGAN KERJA-KELUARGA PADA IBU BEKERJA

Raraseptinia Nur Garinda, Tina Afiatin, Prof. Dr., M.Si., Psikolog

2019 | Skripsi | S1 PSIKOLOGI

Ibu bekerja membutuhkan keseimbangan kerja-keluarga dalam menjalankan peran gandanya, hanya saja keseimbangan yang diharapkan belum tercapai secara maksimal sehingga membutuhkan dukungan dari keluarga dan pekerjaan untuk mencapainya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran dari dukungan sosial suami dan otonomi kerja terhadap keseimbangan kerja-keluarga pada ibu bekerja. Hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini adalah “dukungan sosial suami dan otonomi kerja berperan positif terhadap keseimbangan kerja-keluarga pada ibu bekerja”. Alat ukur yang digunakan pada penelitian ini adalah Skala Keseimbangan Kerja-Keluarga (Afiatin dkk, 2016), Skala Dukungan Sosial Suami yang dibuat oleh peneliti berdasarkan konsep King dkk. (1995), Skala Otonomi Kerja yang dimodifikasi dari Handayani (2017). Analisis regresi berganda dilakukan pada data empiris dari 83 subjek. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dukungan sosial suami dan otonomi kerja secara bersama berperan terhadap keseimbangan kerja-keluarga (p<0,05) dengan sumbangan efektif sebesar 48,3% (R2=0,483). Dukungan sosial suami memiliki sumbangan efektif sebesar 18,05% sedangkan otonomi kerja sebesar 30,25%.

Working mothers need work-family balance in carrying out their dual roles, but the expected balance has not been achieved. So, working mothers need support from their family and work to achieve work-family balance. This research aims to investigate the role of spousal support and job autonomy to work-family balance on working mothers. The hypothesis of this research states that spousal support and job autonomy has positive role and significant in work-family balance of working mothers. Work-family balance’s scale used by Afiatin et.al (2016), to measure spousal support researchers made it by King’s concept (1995), and job autonomy scale are used from modified by Handayani (2017). Data obtained from 83 subjects were analyzed using multiple regression method. The result shows that spousal support and job autonomy have significant positive role to work-family balance (p<0,05) with total 48,3% (R2=0,483) of effective contribution. Spousal support has 18,05% effective contribution to work-family balance and 30,25% of effective contribution from job autonomy.

Kata Kunci : keseimbangan kerja-keluarga, dukungan sosial suami, otonomi kerja, ibu bekerja

  1. S1-2015-378361-abstract.pdf  
  2. S1-2015-378361-bibliography.pdf  
  3. S1-2015-378361-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2015-378361-title.pdf