Laporkan Masalah

Efisiensi dan Daya Saing Agroindustri Perikanan di Provinsi Kalimantan Timur

TRI GUNARTI NINGRUM, Dwidjono Hadi Darwanto, Slamet Hartono, Jangkung Handoyo Mulyo

2018 | Disertasi | DOKTOR ILMU PERTANIAN

INTISARI Pembangunan agroindustri merupakan usaha untuk meningkatkan kualitas sumberdaya manusia dalam memanfaatkan sumberdaya alam secara optimal.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efisiensi produksi dan daya saing agroindustri perikanan di Provinsi Kalimantan Timur. Model Analisis yang digunakan adalah fungsi produksi stochastic frontier untuk mengetahui efisiensi teknis, alokatif dan ekonomi, selanjutnya untuk menganalisis daya saing digunakan model Policy Analysis Matrikx (PAM). Penelitian ini dilaksanakan di Provinsi Kalimantan Timur, dengan mengambil lokasi di 5 kabupaten dan kota, dengan jumlah sampel 120 responden. Jenis agroindustri perikanan yang dijadikan sampel adalah agroindustri amplang, ikan asin, ikan asap dan terasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa usaha agroindustri amplang secara teknis, alokatif dan ekonomi mempunyai nilai rata-rata sebesar 0,86 ; 1,01 ; dan 0,85, ikan asin 0,64 ; 1,34 ; 0,84, ikan asap 0,86 ; 1,06 ; 0,88 dan terasi 0,94 ; 0,89 dan 0,84.Keempat agroindustri masih mempunyai peluang untuk meningkatkan efisiensi teknis dengan meningkatkan produktivitas melalui manajemen yang lebih baik. Rata-rata per tahun output dari agroindustri amplang sebesar 2010 kg, sedangkan nilai rata-rata input untuk ikan 714,4 kg, telur 183,1 kg, tepung 1.319,9 kg, sedangkan waktu kerja 247,5 HOK.Agroindustri ikan asin menghasilkan output sebesar 5.456,7 kg dengan rata-rata input ikan 9.716,1 kg, garam 2.110,1 kg, dan waktu kerja 829,4 HOK.Agroindustri ikan asap menghasilkan output sebesar 9.112,1 kg dengan rata-rata input sebesar ikan 12.693,7 kg, garam 264,6 kg, bahan bakar 2.319,3 dan waktu kerja 237,2 HOK.Agroindustri terasi rata-rata menghasilkan output sebesar 386,4 dengan rata-rata input udang sebesar 1.157,2 kg, garam 23,1 dan waktu kerja 572,1 HOK. Agroindustri perikanan di Provinsi KalimantanTimur mempunyai keunggulan kompetitif dan komperatif, dengan nilai PCR dan DRC untuk agroindustri amplang sebesar 0,22 dan 0,39, ikan asin 0,36 dan 0,49, ikan asap 0,14 dan 0,22 dan terasi 0,28 dan 0,30.Terdapat hubungan yang signifikan antara efisiensi produksi dan daya saing, dimana semakin efisien suatu produksi, maka tingkat daya saing agroindustri semakin besar. Peningkatan efisiensi produksi melalui penggunaan teknologi yang lebih baik, penyediaan sarana prasarana jalan, pasar, transportasi akan berdampak pada harga input dan output agroindustri perikanan di Provinsi Kalimantan Timur

ABSTRACT Agroindustry development is an effort to improve the quality of human resources in utilizing natural resources optimally. this study aims to determine the production efficiency and competitiveness of fishery agroindustry in East Kalimantan Province.Stochastic frontier production function was used to analyze technical efficiency, allocative efficiency and economic efficiency and fishery agroindustry competitiveness is analyze using Policy Analysis Matrix (PAM). The study was conducted in East Kalimantan Province, taking place in 5 districts and employed 120 respondents.This research is conducted on Amplangs (fish cracker), salted fish, smoked fish and shrimp paste agroindustry. The results show that technically, allocative and economically Amplangs agroindustry has an average value 0,86 ; 1,01; and 0,85. Salted fish has an average value 0,64 ; 1,34 ; 0,84, smoked fishhas an average value 0,86 ; 1,06; 0,88, and shrimp paste has average value 0,94; 0,89 and 0,84. This four agroindustry still have an opportunity to improve technical efficiency by increasing productivity through better management. The average annual output of thisAmplangs agroindustry is 2.010 kg, whereas the average value of input for fish is 714,4 kg, eggs 183,1 kg, flour 1.319,9 kg, while the working time is 247,5 daily work. Salt fish agroindustry produces 5.456,7 kg of output with average fish input 9.716,1 kg, 2.110,1 kg salt, and working time 829,4 daily work. Smoke fish agroindustry produces an output of 9.112,1 kg with an average input of 12.693,7 kg of fish, 264,6 kg of salt, 2.319,3 fuel and 237,2 daily work.Shrimp paste agroindustryaverage outputis 386,4 with average of shrimp input is 1.157,2 kg, salt 23,1 and working time 572,1 daily work. Fishery agroindustry in East Kalimantan province has a competitive and comparative advantages, with PCR and DRC values are 0,22 and 0,39 ; 0,36 and 0,49 for salted fish agroindustry, smoked fish are 0,14 and 0,22 and shrimp paste are 0,28 and 0,30.There is a significant relationship between production efficiency and competitiveness, where the more efficient a production, the level of agro-industry competitiveness is greater. Improving production efficiency through better technology use, provision of road infrastructure, markets, transportation will affect the price of input and output of fishery agroindustry in East Kalimantan Province.

Kata Kunci : agroindustri, perikanan, efisiensi, daya saing

  1. S3-2018-371753-abstract.pdf  
  2. S3-2018-371753-bibliography.pdf  
  3. S3-2018-371753-tableofcontent.pdf  
  4. S3-2018-371753-title.pdf