Manajemen Kewaspadaan Bencana Kebakaran Fakultas Kedokteran Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada
NUR HAIDAM, Rochim Bakti Cahyono, ST., M.SC., Ph.D.; Prof. DR. dr. KRT. Adi Heru Husodo, M.Sc., DCN., DLSHTM., PKK., DLP
2019 | Tesis | MAGISTER ILMU KESEHATAN MASYARAKATLatar Belakang: Kebakaran merupakan kejadian yang tidak diinginkan dan berlangsung sangat cepat. Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan memiliki 15 gedung dengan fasilitas dan aktivitas berisiko terhadap kebakaran. Kewaspadaan terhadap kemungkinan kebakaran dianggap penting dan perlu dilakukan serta diatur dalam sebuah kebijakan dengan membentuk tim penanggulangan kebakaran. Keberadaan potensi bahaya yakni adalah 13 belas laboratorium yang aktif digunakan di lingkungan FK-KMK. Secara umum, aktivitas ke tiga belas laboratorium tersebut menggunakan bahan-bahan yang mudah meledak dan mudah terbakar. Tujuan Penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis ketersediaan sarana dan prasarana keselamatan kebakaran, menganalisis pelaksanaan manajemen kebakaran dan risiko bencana di FK-KMK Universitas Gadjah Mada. Metode Penelitian: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan desain studi kasus yakni mengeksplorasi kehidupan nyata terkait hal-hal mengenai kewaspadaan bencana di FKK-MK Universitas Gadjah Mada melalui pengumpulan data yang detail dan mendalam dengan melibatkan berbagai sumber informasi.Dalam penelitian ini pengumpulan data dilakukan dengan observasi langsung dengan metode checklist wawancara mendalam yang kemudian diolah serta dilakukan triangulasi data untuk menemukan kebenaran informasi yang diperoleh. Subjek pada penelitian ini sebanyak 27 orang yang terdiri dari 23 informan inti, 1 informan kunci dan 3 informan pendukung. Sampel data diambil secara purposive sampling berdasarkan pertimbangan orang yang paling tahu informasi yang dibutuhkan dalam penelitian ini. Sedangkan objek pada penelitian ini adalah sarana dan prasarana keselamatan kebakaran dan manajemen kesiapsiagaan bencana kebakaran di FK-KMK UGM. Hasil: Sudah tersedia sarana dan prasarana kebakaran di FK-KMK tetapi belum secara komprehensif dan perlu dilakukan pemeliharaan secara berkala. Selanjutnya perlu upaya dari manajemen untuk membentuk tim penanggulangan kebakaran sebagai bentuk kesiapsiagaan mengingat berdasarkan analisis risiko bencana menggunakan matriks risiko FK-KMK berpotensi risiko tinggi terhadap kebakaran. Kesimpulan: Perlu dilakukan peninjauan kembali terhadap sarana dan prasarana kebakaran dan membentuk tim penanggulangan kebakaran di FK-KMK.
Background: Fire is an unwanted event and could occur very quickly. The Faculty of Medicine, Public Health and Nursing has 15 buildings including facilities and activities with high fire risk. Awareness of the possibility of fire is considered important and needs to be done and regulated in a policy by forming a fire prevention team. The existence of potential hazards are 13 laboratories actively used in the faculty of medicine, public health and nursing Gadjah Mada University. In general, the activities of thirteen laboratories use explosive and flammable materials. Research Objectives: This study was aimed to analyze the availability of fire safety facilities and infrastructure, analyze the implementation of fire management and disaster risk in the faculty of medicine, public health and nursing Universitas Gadjah Mada. Research Method: This research was a qualitative descriptive study with a case study design that explores real life related to matters concerning disaster awareness in the faculty of medicine, public health and nursing Gadjah Mada University through detailed and in-depth data collection involving various sources of information. In this study, data collection was conducted by direct observation with the in-depth checklist method processed and triangulated data to find out the truth of the information obtained. The subjects in this study were 27 people consisting of 23 core informants, one key informant and three supporting informants. Taken by purposive sampling based on the consideration of the people who mostly knowing the information needed in this study. The objects of study were fire safety facilities and infrastructure and fire disaster preparedness management at the faculty of medicine, public health and nursing Gadjah Mada University. Result: Fire facilities and infrastructure were available in faculty of medicine, public health and nursing Gadjah Mada University but not taken comprehensively and needed to be maintained regularly. Furthermore, efforts from management are needed to form a fire prevention team as a form of preparedness, considering on disaster risk analysis using the FK-KMK risk matrix, which potentially had a high risk of fire. Conclusion: It is necessary to review the fire facilities and infrastructure and form a fire prevention team in faculty of medicine, public health and nursing Gadjah Mada University.
Kata Kunci : sarana prasarana kebakaran, tim penanggulangan kebakaran, risiko bencana, fire infrastructure, fire prevention team, disaster risk