STUDI EFEK LONGITUDINAL PENCAPAIAN PENDIDIKAN ORANG TUA TERHADAP KESEHATAN MENTAL ANAK
DIAN FAKHRUNNISAK, Dr.rer.pol. Bhina Patria, M.A.
2019 | Tesis | MAGISTER PSIKOLOGIMasalah kesehatan mental merupakan faktor risiko kemiskinan, khususnya depresi merupakan penyebab beban penyakit dunia dan juga Indonesia. Berdasarkan definisi WHO bahwa kesehatan mental tidak hanya terkait masalah saja tetapi juga well-being yang direpresentasikan oleh happiness, sehingga penelitian ini menggunakan depresi dan happiness sebagai variabel yang merepresentasikan kesehatan mental. Faktor fundamental yang dapat mempengaruhi kesehatan mental adalah pendidikan. Semakin tinggi pendidikan maka individu akan lebih memperhatikan kesehatan mental pribadi dan keluarganya yang sesuai dengan family invesment model (FIM) bahwa pendidikan orang tua merupakan investasi untuk kesehatan mental anak secara longitudinal. Penelitian ini menggunakan existing data atau public use dataset dari IFLS atau Indonesia Family Life Survei tahun 2007 dan 2014. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada efek longitudinal pendidikan orang tua yang dibedakan menjadi pendidikan ayah dan ibu terhadap kesehatan mental anak ditinjau dari jenis kelamin anak dan jenis kelamin orang tua serta variabel depresi dan happiness.
Mental health problems are the risk factor of poverty. Part of them is depression that causes burden disease in the mental health category which it occurs in the world and Indonesia. WHO defines mental health not only as problem or disorder but also well-being that is manifested by happiness in this study. Therefore, this study uses depression and happiness as variables that represent mental health. A Fundamental factor of mental health is educational attainment. Higher education people are more concerned about their mental health and their family's mental health than low education people. The relationship between parental education and mental health is explained by the family investment model (FIM) that reflects parental education as an investment for children's future mental health. To test the hypothesis about relationship between parental education and children's future mental health, we use existing data or public use dataset from two waves of Indonesia Family Life Survey (IFLS) in 2007 and 2014. The results of this study indicate that parental education both mother and father can influence children's future mental health in terms of sex differences both children and parents and the variable used in the analysis
Kata Kunci : pendidikan orang tua, kesehatan mental anak, happiness, depresi