ANALISIS PENGARUH BELANJA PEMERINTAH BIDANG KESEHATAN, BELANJA PEMERINTAH BIDANG PENDIDIKAN, DAN JUMLAH PENDUDUK TERHADAP INDEKS PEMBANGUNAN MANUSIA DI PROVINSI KALIMANTAN SELATAN
MUHAMMAD LUTHFAN, Prof. Dr. Abdul Halim, M.B.A., Akt.
2019 | Tesis | Magister Ekonomika PembangunanKesejahteraan secara langsung dikontribusi oleh kesehatan, pendidikan, dan pendapatan melalui pembangunan. Pengukuran keberhasilan pembangunan diukur melalui indikator Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Berdasarkan nilai IPM Provinsi, Kalimantan Selatan berada di urutan ke 22 dari 34 Provinsi di Indonesia, walaupun nilainya terus meningkat tiap tahunnya, namun masih tergolong rendah berada di bawah rata-rata IPM nasional. IPM mencerminkan ketercapaian tujuan pembangunan manusia, namun tergantung komitmen dari pemerintah sebagai penyedia sarana publik yang menunjang. Setelah adanya otonomi daerah, peran pemerintah daerah semakin besar dalam mengelola pengeluaran belanja daerah salah satunya belanja fungsi bidang pendidikan, kesehatan, dan ekonomi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh belanja pemerintah bidang kesehatan, belanja pemerintah bidang pendidikan, dan jumlah penduduk terhadap indeks pembangunan manusia di Provinsi Kalimantan Selatan. Menggunakan metode regresi linier berganda dengan data panel 13 kabupaten/kota di Provinsi Kalimantan Selatan dari tahun 2011-2017. Adapun hasil yang diperoleh dengan model random effect menunjukkan bahwa belanja pemerintah bidang kesehatan dan belanja pemerintah bidang pendidikan berpengaruh terhadap indeks pembangunan manusia, sedangkan jumlah penduduk tidak berpengaruh terhadap indeks pembangunan manusia di Provinsi Kalimantan Selatan.
Welfare directly contributed by health, education, and income from development. The measuring of development success is measured by the Human Development index (HDI). Based on the value, South Kalimantan is ranked 22nd from 34 Provinces in Indonesia, although its value continues to increase each year, but is still classified as low below the national HDI average. HDI reflects the achievement of human development goals, but depends on the commitment of the government as a provider of supporting public facilities. After regional autonomy was published, the role of the regional government becomes large in manage regional expenditure, one of which is function spending in the fields of education, health, and the economy. This research intends to analyze government expenditure on health, government expenditure on education, and population on the human development index in South Kalimantan. This research uses multiple linear regression methods with panel data of 13 district in south Kalimantan from 2011-2017. The result of this research with the random effect model show that realization of government expenditure on health and realization of government expenditure on education has an effect the human development index, while the population does not effect the human development index in South Kalimantan.
Kata Kunci : Kesejahteraan, IPM, Belanja Pemerintah, Jumlah Penduduk