Laporkan Masalah

Tinjauan Terhadap Pengaturan Pemilik Manfaat (Beneficial Owner), Serta Peran Notaris Pada Pendaftaran Korporasi (Studi Perbandingan Antara Indonesia dan Jerman)

MIFTAHUR RACHMAN, Irna Nurhayati, S.H., M.Hum., LL.M., Ph.D.

2019 | Tesis | MAGISTER KENOTARIATAN

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis pengaturan beneficial owner di Jerman secara umum terkhusus terkait sanksi denda, tranparansi informasi, dan peran Notaris dalam pendaftaran informasi beneficial owner dan untuk mengetahui dan menganalisis lesson learn apa yang bisa dicontoh oleh Indonesia untuk menyempurnakan peraturan beneficial owner yang telah ada sebelumnya. Jenis penelitian dalam penelitian ini adalah yuridis normatif. Penelitian ini menggunakan data sekunder yang meliputi bahan hukum primer, sekunder, dan tersier. Subjek penelitian merupakan dari kalangan akademisi dan praktisi. Metode analisis data menggunakan metode kualitatif dan komparatif serta menggunakan pendekatan dengan studi pustaka. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, hasil penelitian yang didapat yakni: Pertama, pengaturan beneficial owner di Jerman diatur dalam Geldw�¤schegesetz/GwG (German Anti Money Laundry Act) yang menjadi landasan hukum untuk otoritas terkait untuk menjatuhkan sanksi denda hingga â�¬ 1.000.000 (satu juta Euro) apabila tidak atau lalai mendaftarkan/memperbarui informasi terkait beneficial owner pada wadah transparansi yang dimiliki yakni Transparancy Register. Kedua, lesson learn yang dapat dicontoh oleh Indonesia dari Jerman yakni adanya penerapan sanksi denda bagi pihak yang tidak mendaftarkan informasi terkait beneficial owner, kemudian menyediakan wadah tersendiri untuk menampung data informasi beneficial owner, serta memberikan akses bagi pihak lain untuk mendaftarkan beneficial owner yang selama ini hanya dapat dilakukan oleh Notaris.

The purpose of this study is to find out and analyze the general beneficial owner regulation in Germany specifically related to fines, information transparency, and the role of Notaries in the registration of beneficial owner information and to know and analyze what learned lessons can be implemented by Indonesia to improve beneficial owner regulations beforehand. The type of research in this study is normative juridical. This study uses secondary data with primary, secondary and tertiary legal materials. The research subject is from academics and practitioners. The method of data analysis uses qualitative methods and uses library research approach. Based on the research that has been done, the results obtained are: First, the beneficial owner setting in Germany is regulated in the Geldw�¤schegesetz / GwG (German Anti Money Laundry Act) which is the legal basis for the relevant authorities to impose penalties of up to â�¬ 1,000,000 ( one million Euros) if it is not or negligent in registering/updating beneficial owner information in the transparency container that is owned by Transparancy Register. Secondly, as for the learned lessons that Indonesia can learn from Germany, namely the application of fines for parties who do not register beneficial owner information, then provide a separate container to hold beneficial owner information data, and provide access for other parties to register the beneficial owner where so far, it can only be done by a Notary.

Kata Kunci : Pemilik Manfaat, Notaris, Korporasi

  1. S2-2019-418051-abstract.pdf  
  2. S2-2019-418051-bibliography.pdf  
  3. S2-2019-418051-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2019-418051-title.pdf