Laporkan Masalah

ADOPSI DAN DIFUSI TEKNOLOGI PADA PETERNAK SAPI POTONG DITINJAU DARI KARATERISTIK PETERNAK DI KECAMATAN BERBAH, TEMPEL, DAN CANGKRINGAN, KABUPATEN SLEMAN

NUSANTARI, KARTIKA DIAN, Ir. Ahmadi, SU

2001 | Skripsi | S1 ILMU DAN INDUSTRI PETERNAKAN

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktorfaktor yang mempengaruhi angka adopsi dan difusi teknologi di Kecamatan Berbah, Tempel, dan Cangkringan. Jumlah responden ditentukan dengan formula Slovin, sehingga total responden yang diambil adalah 64 orang. Pengambilan data dilakukan dengan wawancara kepada peternak secara langsung. Data yang diperoleh dianalisis dengan korelasi Pearson, regresi linier berganda, skala Likert, dan metode analisis deskriptif. Korelasi Pearson menunjukkan pengalaman beternak dan jarak kandang rumah memiliki hubungan yang nyata dengan angka adopsi dan difusi teknologi. Luas kandang memiliki hubungan yang sangat nyata dengan angka adopsi dan difusi teknologi. Hasil analisis regresi menunjukkan bahwa umur secara nyata mempengaruhi angka adopsi dan difusi teknologi. Pengalaman beternak, luas kandang, jumlah tanggungan, dan jarak kandang-rumah mempunyai pengaruh yang sangat nyata dengan angka adopsi dan difusi teknologi. Model persamaan regresi adalah Y = 0,789 - 6,309E-03Xi - 5,880E-02X3 + 1,766E- 02X4 - 4,083E-04X8 + 3,637E-03X9 dengan R2= 0,503. Sikap peternak terhadap teknologi yang diperkenalkan berdasarkan skala Likert adalah baik. Evaluasi teknis menunjukkan bahwa penyuluhan yang dilakukan di daerah Berbah dan Tempel tergolong efektif dan di daerah Cangkringan adalah cukup efektif. Kesimpulan dari penelitian ini adalah umur, pengalaman beternak, jumlah tanggungan, luas kandang dan jarak kandang-rumah merupakan faktor-faktor yang mempengaruhi angka adopsi dan difusi teknologi. (Kata kunci : Adopsi, difusi, teknologi, sapi potong)

The aim of this research was to find out factors influencing the adoption and diffusion of technology by native beef farmers in districts of Berbah, Tempel, and Cangkringan. Sixty-four respondents were selected using Slovin formula. The data were collected by interview to farmers directly. The data were analyzed using Pearson correlation, multiple linear regression, Likert scale, and descriptive analysis. The Pearson correlation showed that size cattle rising and distance between stall location and home had significant effects with the score of adoption and diffusion of technology. A stall size had effects significantly with the score of adoption and diffusion of technology. Multiple linear regression analysis showed that age had significant effects on the score of adoption and diffusion of technology. Size cattle rising, stall size, family dependent had significant effects with the score of adoption and diffusion of technology. The regression equation model was Y = 0,789 - 6,309E-03Xi - 5,880E-02X3 + 1,766E-02X4 - 4,083E-04X8 + 3,637E-03X9 with R2= 0,503. The farmer's attitude towards technology was good. Technical evaluation showed that agricultural training which had been conducted in Berbah and Tempel worked effectively, slightly more effective than that in Cangkringan. Conclusion might be stated that age, size cattle rising, family dependent, and stall size were the factors influencing adoption and diffusion of technology by the native beef farmers. (Key words : Adoption, Diffusion, Technology, Beef Cattle)

Kata Kunci : Adopsi, difusi, teknologi, sapi potong

  1. S1-FPT-2001-KARTIKADIAHNUSANTARI-abstract.pdf  
  2. S1-FPT-2001-KARTIKADIAHNUSANTARI-bibliography.pdf  
  3. S1-FPT-2001-KARTIKADIAHNUSANTARI-tableofcontents.pdf  
  4. S1-FPT-2001-KARTIKADIAHNUSANTARI-title.pdf