PERSEPSI TERHADAP PERILAKU PARTISIPASI WANITA DALAM SKRINING KANKER SERVIKS DENGAN METODE INSPEKSI VISUAL ASAM ASETAT (IVA) DI KABUPATEN GUNUNGKIDUL
KUSNIA WATI RAHAYU, Prof. dr. Djaswadi Dasuki, S.pOG(K)., MPH., PhD
2019 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan MasyarakatLatar belakang: Prevalensi kasus kanker serviks tertinggi di Indonesia pada tahun 2013 berada di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Data sementara Registrasi Kanker berbasis rumah sakit di RSUP Dr. Sardjito, menunjukkan bahwa persentase tertinggi kasus kanker serviks di Provinsi DIY berdasarkan domisili pasien pada tahun 2014 adalah Kabupaten Gunungkidul. Namun angka cakupan skrining IVA di Kabupaten Gunungkidul merupakan yang terendah di Provinsi DIY pada tahun 2017 (2,7%). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan persepsi dengan perilaku partisipasi wanita dalam skrining kanker serviks dengan metode IVA di Kabupaten Gunungkidul. Metode: Penelitian ini menggunakan desain case control tidak berpasangan dengan perbandingan 1:1. Uji validitas dan reliabilitas dilakukan pada 30 responden (15 kasus dan 15 kontrol). Sampel penelitian berjumlah 132 responden (66 kasus dan 66 kontrol) yang diambil secara simple random sampling. Pengambilan data dilakukan dengan wawancara menggunakan kuesioner terstruktur pada bulan Februari-Mei 2019. Analisis data dilakukan dengan uji chi-square dan multiple logistic regression. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden memiliki rentang usia 31-40 tahun, 47% berpendidikan terakhir SMA sederajat, 72% Ibu Rumah Tangga, dan 78% memiliki kurang dari sama dengan 2 anak. Hasil analisis multivariabel menunjukkan bahwa persepsi (OR: 12,72; 95%CI: 4,78-33,84) memiliki hubungan yang signifikan dengan perilaku partisipasi wanita dalam skrining IVA, sedangkan pada variabel luar, aksesibilitas pemanfaatan jaminan kesehatan memiliki OR terbesar (OR:5,57; 95%CI: 1,19-26,17) dan dukungan suami (OR:3,42; 95%CI: 1,31-8,95) merupakan confounding dalam hubungan antara persepsi dengan perilaku partisipasi wanita dalam skrining IVA, serta pengetahuan memiliki OR terendah (OR:2,64; 95%CI: 1,02-6,82). Kesimpulan: Peluang menemukan responden dengan persepsi positif terhadap kanker serviks dan skrining IVA pada kelompok wanita yang pernah berpartisipasi dalam skrining IVA (kasus) 12,72 kali lebih besar dibandingkan dengan kelompok wanita yang belum pernah berpartisipasi dalam skrining IVA (kontrol). Update informasi kepada kelompok wanita sasaran dan edukasi kepada suami mengenai kanker serviks dan manfaat skrining IVA kepada suami diharapkan dapat meningkatkan partisipasi wanita dalam mengakses layanan skrining IVA di Kabupaten Gunungkidul.
Background: The prevalence of the highest cervical cancer cases in Indonesia in 2013 was in the Special Region of Yogyakarta (DIY). Temporary data on hospital-based Cancer Registration at RSUP Dr. Sardjito, showed that the highest percentage of cervical cancer cases in DIY based on patient domicile in 2014 was Gunungkidul District. However, the number of coverage for VIA screening in Gunungkidul District was the lowest in DIY in 2017 (2.7%). This study aims to determine the association of perceptions with female participation behavior in cervical cancer screening using the VIA method in Gunungkidul District. Methods: This research used 1:1 unmatched case control study design. Validity and reliability tests were carried out on 30 respondents (15 cases and 15 controls). The research sample consisted of 132 respondents (66 cases and 66 controls) taken by simple random sampling. Data collecting was done by interviewing using a structured questionnaire on February-May 2019. Data analysis was done by chi-square test and multiple logistic regression. Results: Most respondents had an average age of 31-40 years, 47% of their education was senior high school, 72% housewives, and 78% have less than equal 2 children. Multivariable analysis showed that perceptions (OR: 12,72; 95%CI: 4,78-33,84) had a significant association with women participation in VIA screening, while of the potential confounding variables, the accessibility of health insurance utilization has the highest OR (OR: 5.57; 95% CI: 1.19-26.17) and husband support (OR: 3.42; 95% CI: 1.31-8 , 95) was a confounding in the association between perception and women participation in VIA screening, and knowledge has the lowest OR (OR: 2.64; 95% CI: 1.02-6.82). Conclusions: The chance to find respondents with positive perception of cervical cancer and VIA screening in the group of women who had participated in VIA screening (cases) is 12.72 times greater than the group of women who had never participated in VIA screening (control) in Gunungkidul District. Information update to women and education to husbands about cervical cancer and the benefits of VIA screening are expected to increase women participation in accessing VIA screening services in Gunungkidul District.
Kata Kunci : Kanker serviks, skrining, IVA, persepsi, Gunungkidul