Laporkan Masalah

Kajian Pemanfaatan Lahan Pada Daerah Rawan Tanah Longsor Di Desa Pagerharjo Kabupaten Kulonprogo

AGAZY PRASETYA, Dr. Ir. Dina Ruslanjari, M.Si;Dr. Lutfi Muta'ali.,S.Si, MSP

2019 | Tesis | MAGISTER MANAJEMEN BENCANA

Potensi bencana yang tinggi pada dasarnya merupakan refleksi fenomena geografis yang identik dan melekat dengan Indonesia. Tanah longsor merupakan bencana yang terjadi selain disebabkan oleh lereng yang curam dan intensitas hujan yang tinggi namun juga disebabkan oleh pola pemanfaatan lahan yang kurang sesuai dan kurang memperhatikan dampak kebencanaannya. Dalam penelitian ini peneliti mencoba melakukan kajian dalam pemanfaatan lahan pada daerah rawan bencana tanah longsor di Desa Pagerharjo. Berangkat dari masalah tersebut penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi sebaran spasial tanah longsor di Desa Pagerharjo, mengidentifikasi pemanfaatan lahan pada setiap tipe wilayah rawan bencana tanah longsor dan membuat arahan pemanfaatan lahan pada setiap tipe wilayah rawan bencana tanah longsor di Desa Pagerharjo. Metode penelitian yang digunakan untuk mencapai tujuan dari penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif dan kuantitatif. Metode ini diharapkan akan menghasilkan data deskriptif yang dimaksudkan untuk mendapatkan gambaran tentang sebaran rawan longsor aktual dan pemanfaatan lahan serta arahan pemanfaatan lahan pada lokasi rawan tanah longsor di Desa Pagerharjo. Daerah rawan longsor potensial yang memiliki wilayah paling luas yaitu terdapat pada daerah rawan potensial sedang dengan proporsi 58% dari total luas Desa Pagerharjo. Daerah yang memiliki titik kejadian bencana paling tinggi yaitu pada daerah rawan longsor aktual tinggi sebanyak 52 titik longsor. Kejadian tanah longsor di lokasi penelitian paling banyak terjadi pada pemanfaatan lahan sebagai permukiman dan kebun. Pemanfaatan lahan berupa vegetasi berkayu atau tanaman keras seperti sengon (Albizia chinensis), mahoni (Swietenia macrophylla), cengkeh (Syzygium aromaticum) dan lain sebagainya memiliki angka kejadian bencana logsor yang paling tinggi. Pemanfaatan lahan kebun berupa vegetasi campuran antara vegetasi berkayu dan tidak berkayu memiliki titik longsor paling sedikit. Dinding penahan longsor dan drainase sangat penting pada daerah yang telah mengalami pemotongan lereng. Hal ini dapat dilihat dengan banyaknya titik longsor pada lokasi pemotangan lereng yang tidak memiliki dinding penahan longsor dan drainase.

High potential for disaster is basically a reflection of geographical phenomena that are identical and inherent to Indonesia. Landslides are disasters that occur besides being caused by steep slopes and high rainfall intensity but are also caused by land use patterns that are not suitable and pay little attention to the impact of the disaster. In this study researchers tried to conduct a study in land use in landslide prone areas in Pagerharjo Village. Departing from this problem, this study aims to identify the spatial distribution of landslides in Pagerharjo Village, identify land use in each type of landslide-prone area and make land use directives in each type of landslide-prone area in Pagerharjo Village. The research method used to achieve the objectives of this study is qualitative and quantitative research methods. This method is expected to produce descriptive data intended to obtain an overview of the actual distribution of prone landslides and land use and landslide mitigation efforts in Pagerharjo Village. Potential landslide prone areas that have the widest area are found in low potential vulnerable areas with a proportion of 58% of the total area prone to landslides. The actual landslide prone areas that have the highest incidence of disasters are 49 high landslide prone areas. The occurrence of landslides in the study area most often occurs in the use of land as a garden. land use in the form of gardens in the form of woody vegetation such as sengon, mahogany, klirisidi and others have the highest rates of landslide disaster. While the use of garden land in the form of mixed vegetation between woody and non-woody vegetation has the fewest landslide points. Landslide retaining walls and drainage are very important in areas that have undergone slope cutting. This can be seen by the number of landslide points on the slope blocking locations that do not have landslide retaining walls and drainage.

Kata Kunci : Longsor, pemanfaatan lahan, kerawanan/landslide, land use, vulnarebility

  1. S2-2019-420107-abstract.pdf  
  2. S2-2019-420107-bibliography.pdf  
  3. S2-2019-420107-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2019-420107-title.pdf