Scoping Review Kejadian Luar Biasa (KLB) Hepatittis A di Indonesia Tahun 1998-2018
RILLA VENIA LALU, Prof. dr. Hari Kusnanto, DrPH
2019 | Tesis | MAGISTER ILMU KESEHATAN MASYARAKATLatar Belakang: Penyakit hepatitis A ini sering muncul sebagai kejadian luar biasa (KLB) yang biasa dan dapat menimbulkan dampak terhadap sosial ekonomi di masyarakat. Diperlukan waktu yang cukup lama bagi orang yang terinfeksi dan baru sembuh dari penyakit untuk dapat kembali bekerja, sekolah, ataupun melakukan aktivitas lainnya. KLB hepatitis A sampai sekarang masih sering terjadi di Indonesia seperti di Pondok Pesantren, Asrama, Sekolah, karyawan perusahaan dan di lingkungan masyarakat. Data hepatitis yang tersedia di Kementerian Kesehatan masih merupakan data yang berbentuk agregat. Oleh karena itu, studi ini dibuat untuk melihat epidemiologi KLB hepatitis A yang terjadi Indonesia selama tahun 1998-2018. Metode Penelitian: Scoping review, dilakukan pada data yang berbentuk elektronik dari artikel jurnal maupun laporan hasil investigasi yang dipublikasikan (online) dan yang tidak dipublikasikan (grey literature) tahun 1998-2018. Basis data online seperti pada Google Scholar dan Open access journal (Pubmed). Sedangkan grey literature didapatkan dari perpustakaan dan dari dokumen laporan hasil investigasi yang tidak dipublikasikan yang diperoleh dari Universitas Indonesia (UI) dan Universitas Gadjah Mada (UGM). Dalam proses penyaringan dan ekstraksi data dibantu oleh 2 orang reviewer. Hasil Penelitian: KLB hepatitis A dilaporkan terjadi sebanyak 41 kejadian selama tahun 1998-2018 dengan wilayah KLB paling banyak terjadi di Jawa Timur dan Jawa Barat dan Jawa Tengah. Kebanyakan jenis kelamin laki-laki sebanyak 26 kejadian dibanding perempuan dan usia 15-34 tahun merupakan usia yang paling banyak mengalami hepatitis A. Area KLB hepatitis A paling banyak di sekolah/kampus dengan proporsi (41,5%), pondok pesantren (31,7%) dan di rumah tinggal atau lingkungan masyarakat (24,4%). Faktor risiko yang paling berkontribusi terhadap KLB hepatitis A di sekolah/kampus dan di masyarakat adalah kebiasaan tidak mencuci tangan dengan sabun sebelum makan dan mengkonsumsi makanan yang tidak higienis. Sedangkan di pondok pesantren adalah penggunaan alat makan/minum bersama. Kesimpulan: Usia sekolah dan dewasa muda merupakan kelompok usia yang paling berisiko terkena hepatitis A. Perilaku individu yang tidak higiene (tidak cuci tangan dengan sabun) adalah faktor penyebab utama dalam penularan hepatitis A. Kata Kunci: Scoping Review, Hepatitis A, KLB, Indonesia.
Background: This hepatitis A often appears as an ordinary outbreak and can have an impact on the socio-economy in the community. This happens because it takes a long time for people who are infected and have just recovered from the disease to be able to return to work, school, or other activities. Outbreaks of hepatitis A are still common in Indonesia, such as in Islamic boarding schools, dormitories, schools, company employees and in the community. Hepatitis data available at the Ministry of Health is still aggregate data. Therefore, this study was made to look at the epidemiology of hepatitis A outbreaks that occurred in Indonesia during 1998-2018. Methods: Scoping review conducted on electronic data from journal articles as well as published and online unpublished reports (grey literature) from 1998-2018. Online databases such as Google Scholar and Open access journal (Pubmed). Grey literature is obtained from the library and from the unpublished report document results obtained from the University of Indonesia (UI) and University of Gadjah Mada (UGM). In the process of select and data extraction aided by 2 reviewers. Result: Outbreaks of hepatitis A were reported to occur in 41 incidents during 1998-2018 with the outbreak area mostly occurring in East Java, West Java and Central Java. Most occur 26 in male compared to female, and age 15-34 is the age that has the most hepatitis A. The hepatitis A outbreak area is the most at school / campus with proportion (41.5%), cottage boarding schools (31.7%) and in residential or community environments (24.4%). The risk factors that most contribute to outbreaks of hepatitis A at school / campus and in the community are the habit of not washing hands with soap before eating and consuming foods that are not hygienic. While in boarding schools is the use of shared eating / drinking tools. Conclusion: School age and young adults are the age groups most at risk for hepatitis A. Unhygienic individual behavior (not washing hands with soap) is a major contributing factor to transmission of hepatitis A. Keywords: Scoping Review, Hepatitis A, Outbreak, Indonesia.
Kata Kunci : Kata Kunci: Scoping Review, Hepatitis A, KLB, Indonesia.