Laporkan Masalah

PERILAKU PEREMPUAN DALAM MEMUTUSKAN TINDAK ABORSI DI YOGYAKARTA

Eka Febriani Putri, Dr. Atik Triratnawati, M.A.

2019 | Skripsi | S1 ANTROPOLOGI BUDAYA

Setiap tahunnya banyak perempuan yang mengalami kehamilan tidak diinginkan (KTD) akibat dari kegagalan kontrasepsi, aktivitas seksual yang memaksa serta beberapa alasan lain yang membuat mereka memilih untuk mengakhiri kehamilan. Menurut data dari Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), setiap tahun terdapat sekitar 1,7 juta kelahiran dari perempuan berusia di bawah 24 tahun, yang sebagian besar adalah Kehamilan Tidak Diinginkan (KTD). Pengambilan keputusan untuk melakukan tindak aborsi pun bukan merupakan hal yang mudah. Kebebasan dalam pengambilan keputusan untuk melakukan tindak aborsi tidak semata-mata tercapai karena keputusan yang mereka pilih secara sadar dan bebas namun didasarkan atas orang terdekat serta pengaruh dari norma, sosial budaya dan agama. Beberapa perempuan pun menggunakan metode-metode yang membahayakan diri mereka termasuk dengan metode mengkonsumsi nanas muda, minuman bersoda, membeli obat aborsi yang dijual secara ilegal bahkan mencelakai diri mereka sendiri. Tercatat oleh World Health Organization pada tahun 2003, bahwa setiap tahunnya terdapat dua juta kasus induced abortion di Indonesia. Penelitian ini dilakukan pada bulan Februari – Juli 2019 dengan tujuan untuk mengetahui alasan tindak aborsi, proses pengambilan keputusan, serta peran lingkungan sosial terhadap keputusan dari masing-masing informan di Kota Yogyakarta. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode kualitatif dengan wawancara mendalam yang dilakukan terhadap tujuh informan di Kota Yogyakarta. Guna mengetahui pola pengambilan keputusan, penulis mengkategorikan informan menjadi tiga kategori yaitu perempuan yang belum menikah, menikah serta melakukan aborsi berulang-ulang. Selain hal tersebut, wawancara mendalam juga dilakukan kepada dua penjual obat aborsi yang berada di Kota Yogyakarta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perempuan mengambil keputusan didasarkan atas pengaruh serta peran dari keluarga, pasangan, teman di lingkaran mereka hingga forum internet. Keputusan tersebut pun akan berpengaruh terhadap metode-metode yang mereka pilih, termasuk dari metode aborsi dengan dibantu oleh badan konseling KTD, metode yang mereka dapatkan dari mitos di masyarakat serta penggunaan obat-obatan aborsi yang telah dilarang oleh BPOM. Tindak aborsi tersebut pun dalam jangka panjang membuat mereka mengalami trauma serta depresi yang tidak akan pernah hilang dari hidup mereka.

Every year many women experience unwanted pregnancies due to contraceptive failure, forced sexual activity and several other reasons that make them choose to terminate the pregnancy. According to data from BKKBN (2016), each year there are around 1.7 million births under the age of 24, most of whom are unwanted pregnancies (KTD). Decision-making to have an abortion is not an easy thing. The freedom in deciding to commit abortion is not merely achieved because the decisions they choose consciously and freely but are based on the closest people and the influence of norms, socio-cultural and religious. Some women also use methods that endanger themselves including consuming pineapples, soft drinks, buying abortion drugs that are sold illegally and even harming themselves. Data from the World Health Organization in 2003, that every year there are two million cases of induced abortion in Indonesia. This research was conducted in February - July 2019 to find out the reasons for abortion, the decision-making process, and the role of the social environment for the decisions of each informant in the city of Yogyakarta. The data collection method used was a qualitative method with in-depth interviews conducted with seven informants in the city of Yogyakarta. To find out the pattern of decision-making, the writer categorizes the informants into three categories: unmarried women, married people and having repeated abortions. Besides this, in-depth interviews were also conducted with two abortion drug sellers in Yogyakarta City. The results showed that women make decisions based on the influence and role of family, partners, friends in their circles to internet forums. The decision will also affect the methods they choose, including from the abortion method assisted by the unwanted pregnancy counselling agency, the method they get from myths in the community and the use of abortion drugs that have been banned by BPOM. Abortion will also cause them to experience trauma and depression that will never disappear from their lives.

Kata Kunci : aborsi, kehamilan tidak diinginkan, proses pengambilan keputusan, sosial dan budaya.

  1. S1-2019-378452-abstract.pdf  
  2. S1-2019-378452-bibliography.pdf  
  3. S1-2019-378452-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2019-378452-title.pdf