Laporkan Masalah

Faktor Determinan Penolakan Imunisasi di Desa Bonjor Kabupaten Temanggung tahun 2018

FARIDATUN KHASANAH, Dr. Dra. Retna Siwi Padmawati, MA

2019 | Tesis | MAGISTER ILMU KESEHATAN MASYARAKAT

Pendahuluan: Kabupaten Temanggung merupakan 1 dari 2 kabupaten di Jawa Tengah yang terdapat penolakan imunisasi. Kabupaten Temanggung, penolakan imunisasi tertinggi di Desa Bonjor. Di desa tersebut terjadi pelebaran dusun yang menolak imunisasi dari hanya 1 dusun pada tahun 2016 menjadi menjadi 2 dusun pada tahun 2018. Berdasarkan hal tersebut peneliti ingin melihat faktor determinan penolakan imunisasi di Desa Bonjor. Metode: Desain studi sequential explanatory mixed method, menggunakan case control study berpasangan dengan perbandingan 1:1 yang dilengkapi dengan kualitatif sequential explanatory. Subjek penelitian adalah orangtua yang menolak dan tidak menolak anaknya untuk diimunisasi yang tinggal di Desa Bonjor. Analisis kuantitatif menggunakan analisis bivariat (chi-quare) dan analisis multivariat (regresi logistik berganda), sedangkan analisis data kualitatif menggunakan triangulasi data. Hasil: Besar sampel yang berhasil dikumpulkan adalah 114 kepala keluarga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 58% responden berpendidikan SMP dengan 57% bekerja sebagai petani dan rata-rata usia 31,75 tahun dengan usia termuda 19 tahun dan usai tertua 48 tahun. Hasil analisis multivariat menunjukan bahwa; kepercayaan ibu terhadap pemberian ASI (OR = 5,54; 95% CI = 1,91-16,05), vaksin bukan sebagai pilihan dalam meningkatkan kekebalan tubuh (OR = 20,32; 95% CI = 3,98-103,68) dan pengalaman ibu setelah imunisasi anak menajadi rewel (OR = 3,92; 95% CI = 1,32-1156) memiliki hubungan dengan penolakan imunisasi di Desa Bonjor Kabupaten Temanggung tahun 2018. Kepercayaan orangtua menentukan persepsi dan sikap untuk mengimunisasikan anaknya. Pengalaman buruk dari ibu akan menjadi sumber kepercayaan ibu sehingga dapat mempengaruhi ibu untuk tidak mengimunisasikan anaknya. Kepercayaan dan pengalaman ibu tentang imunisasi mendukung terjadinya vaksin bukan sebagai pilihan dalam meningkatkan kekebaan tubuh. Kesimpulan: Peningkatan pengetahuan dan mengembalikan kepercayaan masyarakat menjadi pilihan awal untuk meningkatkan cakupan imunisasi. Permasalahan penolakan imunisasi tidak bisa diselesaikan oleh satu sektor tetapi memerlukan kerjasama lintas sektor.

Introduction: Temanggung district is one of two districts in Central Java that have refused immunization. The highest refusal immunization in Temanggung district located in Bonjor Village. In that village, there was an expansion of the hamlet area that refused immunization, from only one hamlet in 2016 and then became two hamlets in 2018. Based on this data, the researchers wanted to see the determinants of refusal immunization in Bonjor Village. Method: The study design was sequential explanatory mixed method used 1:1 paired case-control study, which was equipped with qualitative sequential explanatory. The research sample were parents who refused and did not refuse their children to be immunized who lived in Bonjor Village. Quantitative analysis using bivariat analysis (chi-square test) and multivariate analysis (multiple logistic regression), while qualitative analysis using data triangulation. Result: The sample successfully collected was 114 heads of families. The results of the study showed that 58% respondents had education level of junior high school, 57% working as farmers and the average age of 31.75 years with the youngest age was 19 years and the oldest was 48 years. The results of multivariate analysis showed that the mother's belief in breastfeeding (OR = 5.54; 95% CI = 1.91-16.05), vaccine was not an option in increasing immunity (OR = 20.32; 95% CI = 3, 98-103.68), and the experience of mothers that after immunization her child became fussy (OR = 3.92; 95% CI = 1.32-1156) had a relationship with the refusal immunization in Bonjor Village, Temanggung District in 2018. The parents� belief determine the perceptions and attitudes to immunize their children. Bad experience from the mother will be a source for mother's belief that can influence the mother not to immunize her child. The belief and experience of mothers about immunization supporting the occurrence of vaccines is not an option in increasing immunity. Conclusion: Increasing knowledge and restoring public belief are the initial choices for increasing immunization coverage. The refusal immunization problem cannot be solved by one sector but requires cross-sector cooperation.

Kata Kunci : penolakan imunisasi, kepercayaan, lintas sektor

  1. S2-2019-418236-abstract.pdf  
  2. S2-2019-418236-bibliography.pdf  
  3. S2-2019-418236-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2019-418236-title.pdf