Laporkan Masalah

PERAN STAKEHOLDERS DALAM PENGEMBANGAN PARIWISATA KECAMATAN BANDA, MALUKU TENGAH

ELVIS SALOUW, Prof. Ir. Bakti Setiawan, M.A., Ph.D

2019 | Tesis | MAGISTER ARSITEKTUR

Kecamatan Banda yang juga dikenal sebagai "Kepulauan Rempah" merupakan kelompok pulau penghasil rempah-rempah yang terletak di Kabupaten Maluku Tengah. Kecamatan Banda termasuk dalam UNESCO tentative list sebagai World Heritage Centre dengan kriteria (iv),(vi) dan (x). Kecamatan Banda termasuk dalam Destinasi Pariwisata Nasional (DP N) Propinsi Maluku serta merupakan salah satu Kawasan Pengembangan Pariwisata Nasional (KPPN). Destinasi wisata Kecamatan Banda sudah dikenal sejak dulu karena keanekaragaman atraksi yang dimiliki. Dalam perkembangannya, pariwisata Banda belum menunjukan hasil yang signifikan dalam dekade terakhir. Pengelolaan pariwisata Banda melibatkan banyak aktor baik dari sektor pemerintah, swasta serta masyarakat. Penelitian ini dilakukan guna mengetahui 1) perkembangan pariwisata Kecamatan Banda, 2) mengidentifikasi stakeholder yang berperan, 3) mengetahui peran masing-masing stakeholders dan 4) mendeskripsikan kolaborasi antar stakeholder dalam perkembangan pariwisata Kecamatan Banda. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, pengumpulan data primer dilakukan dengan observasi, wawancara dan focus group discussion (FGD). Pemilihan responden dalam interview ditentukan secara purposive sampling didasarkan pada pertimbangan-pertimbangan serta kapasitasnya dalam pengembangan pariwisata Kecamatan Banda. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif kualitatif yang digunakan untuk mendeskripsikan secara kualitatif data-data yang diperoleh dari lokasi penelitian. Hasil penelitian menunjukan bahwa 1) perkembangan pariwisata Kecamatan Banda saat ini berada pada tahap development, 2) koordinasi antar stakeholder belum berjalan dengan baik sehingga peranannya dalam pengelolaan pariwisata belum menunjukan hasil yang maksimal, 3) peran sektor swasta cukup dominan sehingga pembangunan pariwisata oleh public sector (pemerintah) tidak berjalan dengan baik.

Banda District, also known as the "Spice Islands", is a group of spice-producing islands located in the Central Maluku Regency. Banda District is included in the UNESCO tentative list as a World Heritage Centre with criteria (iv), (vi) and (x). Banda District is also included in the National Tourism Destination (DPN) of Maluku province and becomes the National Tourism Development Area (KPPN). Banda tourist destinations have been known since long ago because of the diversity of attractions. However, In its development process, Banda tourism has not shown significant results in the last decade. The management of Banda tourism involves many actors both from the government, private and community sectors. This study was conducted to find out; 1) the development of the Banda District Tourism Management, 2) to identify the participating stakeholders, 3) to know the role of each stakeholder and 4) to describe the collaboration between stakeholders in Banda Islands Tourism Management. This research uses qualitative methods, primary data collection is done by observation, interviews and focus group discussion (FGD). The selection of respondents in the interview is determined purposive sampling based on consideration and capacity in the tourism management of Banda District. The data analysis technique used in this study is a qualitative descriptive analysis used to qualitatively describe the data obtained from the research site. The results shows that 1) the tourism development of Banda islands is currently in development stage according to Butler's theory, 2) Coordination between stakeholders has not been well so that the role of each stakeholder in tourism management has not shown optimum results, 3) The role of the private sector is too dominant so that the tourism development carried out by the public sector (government) has not worked well 3) The role of private sector is quite dominant so that the development of tourism by public sector (government) does not go well.

Kata Kunci : Stakeholder, perkembangan pariwisata, destinasi wisata,

  1. S2-2019-419513-abstract.pdf  
  2. S2-2019-419513-bibliography.pdf  
  3. S2-2019-419513-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2019-419513-title.pdf