KERUKUNAN HIDUP ANTAR UMAT BERAGAMA DAN IMPLIKASINYA PADA KETAHANAN WILAYAH (Studi Di Padukuhan Jatisari, Playen, Gunungkidul, DIY)
AZAN PRANOTO, Prof. Dr. Armaidy Armawi, M.Si; Dr. Budi Andayani, MA
2019 | Tesis | MAGISTER KETAHANAN NASIONALPenelitian ini mengkaji tentang kerukunan hidup antar umat beragama dan implikasinya pada ketahanan wilayah (studi di Padukuhan Jatisari, Playen, Gunungkidul, DIY) dengan tujuan, yaitu: Menganalisis kerukunan hidup antar umat beragama dan mengkaji implikasinya terhadap ketahanan wilayah di Padukuhan Jatisari, Playen, Gunungkidul, DIY. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Penentuan informan di dasarkan pada pemahaman mereka terhadap fenomena yang hendak digali oleh peneliti. Adapun Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam dan kepustakaan. Teknik analisis data yang digunakan, yakni: 1) reduksi data, 2) display data, dan 3) penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kerukunan hidup antar umat beragama pada kategori semi semu karena interpretasi yang terbatas dan tertutup terhadap kerukunan sebagai suatu teks yang membicarakan fakta dan peraturan (bukan makna dan nilai) yang mengalami perkembangan sehingga mempengaruhi ketahanan wilayah yang masih dalam keadaan belum stabil, karena dialog antar umat beragama belum menjadi suatu pembahasan yang mana hal ini akan menentukan kerukunan itu sampai ke pengamalan masing-masing individu untuk mencegah potensi konflik kedepannya terutama faktor ekternal harus dikaji ulang dengan cermat.
This research focused on the harmony of interfaith religious life and its implications for regional resilience (A study in Jatisari, Playen, Gunungkidul, DIY). The purpose of this research are: to analyze the harmony of life among religious people and reviewing the implications in regional resilience in Jatisari, Playen, Gunungkidul, DIY. The research used descriptive qualitative method. Determination of informants is based on their understanding of phenomena that researcher want to explore. The data collection technique is done by in-depth interviews and literature. Data analysis techniques used, namely: 1) data reduction, 2) data display, and 3) conclusion. The results showed that the harmony of life between religious in the semi-pseudo category is due to a limited and closed interpretation of harmony as a text that discusses facts and regulations (not meanings and values) that have developed so that it affects the resilience of the region which is still unstable, because dialogue between religious communities is not yet a discussion in which this will determine harmony until the practice of each individual to prevent potential conflicts, especially external factors, must be carefully reviewed.
Kata Kunci : Kerukunan, Agama, Ketahanan Wilayah