Pengaruh Keberadaan Kampung Inggris Terhadap Aset dan Strategi Penghidupan Pelaku Usaha di Desa Tulungrejo, Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri, Jawa Timur
Devi Yonia Almahanir, Prof. Dr. M. Baiquni, M.A.
2019 | Skripsi | S1 PEMBANGUNAN WILAYAHKawasan Kampung Inggris yang terletak di Desa Tulungrejo sudah ditetapkan oleh pemerintah Kabupaten Kediri menjadi salah satu destinasi wisata unggulan di Kabupaten Kediri. Banyaknya wisatawan yang hadir di Kampung Inggris, tetntunya mendatangkan dampak yang positif bagi penghidupan masyarakat Desa Tulungrejo. Terutama adalah masyrakat yang memanfaatkan potensi wisata Kampung Inggris sebagai mata pencaharian mereka. Sehingga banyak dari masyarakat Desa Tulungrejo yang membuka usaha pendukung dari adanya kegiatan di Kampung Inggris. Penghidupan masyrakat Desa Tulungrejo sebagai pelaku usaha tentunyaharus dapat dipertahankan dan dikembangkan yaitu dengan pemilihan strategi penghidupan. Penelitian ini bertujuan untuk (1) Mengukur aset penghidupan pelaku usaha (masyarakat) Desa Tulungrejo terhadap Keberadaan Kampung Inggris dan (2) Mengidentifikasi strategi penghidupan masyarakat Desa Tulungrejo dalam memanfaatkan pengelolaan Wisata Kampung Inggris Pare. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan angket dan kuisioner sebagai panduan wawancara, serta dilakukan wawancara mendalam untuk keyperson yang berhubungan dengan penghidupan di Kampung Inggris. Tentunya data primer yang diambil juga membutuhkan data sekunder sebagai bahan tambahan analisis. Sampel responden dalam penelitian ini adalah 100 pelaku usaha, dimana dalam menentukan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Teknik pengolahan data yang digunakan adalah pengolahan melalui Microsoft Excel, SPSS dan ArcGIS. Analisis penlitian ini menggunakan analisis deskriptif kuantitatif serta deskriptif kualitatif atau biasa disebut dengan mix method. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat lokal sebagai pelaku usaha di Desa Tulungrejo memiliki bentuk aset yang seimbang. Hal ini digambarkan melalui pentagon assessment, bahwa modal seperti modal manusia, modal fisik, modal alam, dan modal sosial pelaku usaha di Desa Tulungrejo masuk ke dalam kategori sedang. Sedangkan untuk modal finansial pelaku usaha di Desa Tulungrejo justru masuk ke dalam kategori baik. Pelaku usaha di Desa Tulungrejo menunjukkan penguasaan aset, akses dan aktivitas yang cukup baik yang dipengaruhi oleh keberadaan Kampung Inggris. Strategi penghidupan berkelanjutan yang digunakan di Desa Tulungrejo untuk mengatasi low season atau musim sepi pengunjung serta peak season atau musim ramai pengunjung didominasi dengan strategi konsolidasi sebesar 77 % melalui penerapan penggunaan modal finansial yang dimiliki berupa tabungan, deposito dan perhiasaan. Sedangkan strategi akumulasi sebesar 4 % dengan melakukan investasi dengan cara membuka usaha baru, dan strategi survival sebesar 19 % melalui pemanfaatan modal finansial melalui pinjaman uang pada kerbata dan orang lain. Ketiga jenis strategi tidak lepas dari bantuan modal sosial yang tinggi dan modal manusia yang cukup mumpuni.
Kampung Inggris area located in Tulungrejo Village has been established by the government of Kediri Regency to become one of the leading tourist destinations in Kediri Regency. The learning method in Kampung Inggris is the main attraction for tourists or often referred to as Kampung Inggris students. The large number of tourists present in Kampung Inggris, has a positive impact on the livelihoods of the people of Tulungrejo Village. Especially the people who utilize the tourism potential of Kampung Inggris as their livelihood. So that many of the people of Tulungrejo Village opened a supporting business from activities in Kampung Inggris. The livelihoods of the people of Tulungrejo Village as entrepreneur must be maintained and developed, by choosing a livelihood strategy. This reasearch has goals to (1) Measure the livelihood assets of the Tulungrejo Village (community) entrepeneur towards the Existence of Kampung Inggris and (2) Identify the livelihood strategies of the Tulungrejo Village community in utilizing Kampung Inggris Pare Tourism management. Data collection techniques in this study used questionnaires and in-depth interviews for keyperson related to livelihoods in Kampung Inggris. Of course the primary data taken also requires secondary data as an additional material for analysis. The sample of respondents in this study were 100 entrepeneur, in which the sample used a purposive sampling technique. Data processing techniques used are processing through Microsoft Excel, SPSS and ArcGIS. This research analysis uses quantitative descriptive analysis and qualitative descriptive or commonly called with the mix method. The results showed that the local community as a business actor in Tulungrejo Village had balance assets. Where this is described through the pentagon assessment, that capital such as human capital, physical capital, natural capital, and social capital of business actors in Tulungrejo Village fall into the medium category. As for the financial capital of businesses in Tulungrejo Village it actually falls into the good category. Entrepeneur in Tulungrejo Village show good control of assets, access and activities that are influenced by the existence of Kampung Inggris. Sustainable livelihood strategies used in Tulungrejo Village to overcome low season and peak season are dominated by a consolidation strategy of 77% through the application of the use of financial capital in the form of savings, deposits and jewelry. As for the accumulation strategy of 4% by investing in opening a new business, and survival strategy by 19% through the use of financial capital through loan money to the family and others people. The three types of strategies cannot be separated from the high social capital and qualified human capital.
Kata Kunci : aset, penghidupan, strategi, pentagon aset