Hubungan Pola Asuh Ibu dengan Status Gizi Anak Balita pada Keluarga yang Menikah Dini di Kota Palu
RIFKA HARISTANTIA, Prof. dr. Mohammad Hakimi, SpOG(K), Ph.D; Prof. dr. Djauhar Ismail, MPH, SpA(K), Ph.D
2019 | Tesis | MAGISTER ILMU KESEHATAN MASYARAKATLatar Belakang: Pola asuh (caregiving behavior) yang diterapkan dalam keluarga pada anak balita merupakan salah satu faktor penting terjadinya gangguan status gizi. Usia ibu dalam pernikahan juga berpengaruh dalam perannya memberikan pola pengasuhan yang tepat pada anaknya. Anak yang lahir dari ibu yang menikah dini memiliki kesempatan hidup yang rendah dan lebih besar memiliki masalah gizi pada anaknya seperti pendek, kurus, dan gizi buruk. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pola asuh ibu yang dengan status gizi anak balita pada keluarga yang menikah dini di Kota Palu. Metode: Penelitian ini adalah penelitian observasional menggunakan rancangan cross sectional study. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah pola asuh ibu, variabel terikat status gizi anak balita. Sampel penelitian adalah ibu yang memiliki riwayat menikah dini (menikah pada usia <18 tahun) dan mempunyai anak balita di Kota Palu sebanyak 75 responden. Pengumpulan data dengan menggunakan kuesioner dan hasil pengukuran berat badan dan tinggi badan anak. Analisis bivariat menggunakan uji statistik chi-square dan analisis multivariat dengan menggunakan logistic regression untuk mengetahui hubungan efek pola asuh ibu yang menikah dini terhadap status gizi anak balita bulan menggunakan nilai p <0,05. Hasil : Keluarga yang menikah dini sebagian besar telah memberikan pola asuh yang baik sebesar 57,3% dan memiliki anak berstatus gizi normal sebesar 81,4%. Terdapat hubungan yang signifikan (p<0,05) antara pola asuh ibu yang menikah dini dengan status gizi anak balita di Kota Palu (PR=2,5; CI95% 1,21-5,20). Pada analisis multivariat terdapat hubungan yang signifikan pada pendidikan ibu, pendapatan keluarga, dan dukungan suami (p<0,05), sedangkan pekerjaan ibu dan besaran keluarga dengan status gizi balita tidak terdapat hubungan yang signifikan. Kesimpulan : Pola asuh yang baik berpeluang lebih besar untuk memiliki anak berstatus gizi normal. Untuk keluarga yang telah melakukan pernikahan dini, sebaiknya meningkatkan pola asuh yang baik pada anak agar terhindar dari status gizi kurang yang perlu didukung dengan faktor pendapatan rumah yang cukup, ibu dengan pendidikan yang tinggi, serta suami yang mendukung dalam mengasuh anak.
Background: Parenting (parenting behavior) was applied in the family to children under five is one of the important factors related to nutritional status. The age of the mother in marriage also participates in the role for giving the right pattern of care for the results. Children born from mother who married early have a lower and greater chance of life having nutritional problems in short, thin, and malnourished. Objective: This study aimed to study the relationship of parenting mothers with the nutritional status of children under five on family who married early in Palu city. Method: This study was an observational study using a cross sectional study. The independent variables in this study were maternal parenting, and dependent variabel is nutritional status of children under five. The study sample was mothers who had a history of early marriage (married at the age of <18 years) and having children under five in Palu City as many as 75 respondents. Data collection using a questionnaire and the results of measuring the weight and height of the child. Bivariate analysis using the chi-square statistical test and multivariate analysis using logistic regression to determine the relationship of early parenting mothers received to the nutritional status of children under five using p <0.05. Results: Families who got married early mostly gave good parenting pattern by 57.3% and had normal nutritional status of children by 81.4%. There was a significant relationship (p <0.05) between parenting of mothers who married early with the nutritional status of children under five in Palu City (PR = 2.5; CI95% 1,21-5,20). In multivariate analysis there was a significant relationship on mother's education, family income, and husband's support (p <0.05), while mother's occupation and family size with nutritional status of toddlers did not have a significant relationship. Conclusion: Good parenting is more likely to have children with normal nutritional status. For families who have early marriages, it is better to improve good parenting in children to avoid undernutrition status which needs to be supported by adequate home income factors, mothers with high education, and husbands who support childcare.
Kata Kunci : Pola Asuh, Status Gizi, Pernikahan Dini