PENGARUH PEMBERIAN PRONISI TERHADAP DAYA TERIMA, ASUPAN ZAT GIZI DAN STATUS GIZI PASIEN RAWAT INAP YANG BERISIKO MALNUTRISI DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH WALUYO JATI KRAKSAAN KABUPATEN PROBOLINGGO
PUTRANTO WIDODO, Dr. Susetyowati, DCN, M.Kes;R.Dwi Budiningsari S.P.,M.Kes,Ph.D
2019 | Tesis | MAGISTER ILMU KESEHATAN MASYARAKATLatar Belakang : Di Vietnam, prevalensi malnutrisi di rumah sakit sebesar 55,7%. Di Singapura, prevalensi malnutrisi di rumah sakit sebesar 29%. Sedangkan di Indonesia, prevalensi malnutrisi di rumah sakit sebesar 34,8% - 37,1% (Chern et al., 2015). 51,8% pasien mengalami kekurangan asupan pada 3 hari pertama rawat inap (Dwiyanti et al., 2004). Intervensi dilakukan dengan pemberian Pronisi, kudapan berbentuk kukis dengan nilai gizi tinggi energi dan tinggi protein, yang terdiri dari kacang tanah,tepung pra kecambah kedelai dan tepung kelor. Tujuan penelitian: mengetahui pengaruh pemberian Pronisi terhadap daya terima, asupan zat gizi dan status gizi pasien rawat inap pasien berisiko malnutrisi di RSUD Waluyo Jati Kraksaan Kabupaten Probolinggo. Metode Penelitian : Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan disain penelitian yaitu quasy experiment dengan rancangan pretest-posttest with control group design yang dilakukan di RSUD Waluyo Jati Kraksaan Kabupaten Probolinggo . Sampel penelitian ini adalah pasien rawat inap dewasa yang berisiko malnutrisi., dibagi dalam 2 kelompok yakni kelompok kasus dan kelompok kontrol, yang dipilih secara purposive sampling, sebanyak 44 orang. Analisis univariat bertujuan untuk memberikan deskripsi karakteristik responden melalui distribusi frekuensi, nilai rata-rata dan standar deviasi. Data karakteristik responden yang didiskripsikan berupa jenis kelamin, usia dan pendidikan. Analisa bivariat untuk mengetahui perbedaan antara kelompok kontrol dan intervensi. Analisa yang digunakan yaitu apabila data terdistribusi normal menggunakan uji T-test dan apabila data tidak terdistribusi dengan normal maka uji yang digunakan adalah uji Mann whitney untuk kelompok berpasangan (pre-post test) atau Wilcoxon untuk kelompok tidak berpasangan. Confidence Interval dalam uji statistik sebesar 95%. Hasil Penelitian : Daya terima subjek penelitian terhadap Pronisi temasuk dalam kategori sedang (11 orang) dan baik (11 orang),sedangkan daya terima kacang hijau termasuk dalam kategori baik (3 orang), dan sedang (19 orang) dapat dinyatakan bahwa terlihat adanya perbedaan yang signifikan antara daya terima subjek terhadap Pronisi dan kacang hijau (p=0,008). Secara keseluruhan asupan energi baik dari rumah sakit dan kudapan pada kelompok perlakuan lebih tinggi (1337,9±32,81kcal) dibandingkan dengan kelompok kontrol (1253,3±39,62 kcal), ada perbedaan asupan energi dari rumah sakit yang bermakna antara kelompok perlakuan dengan kelompok kontrol (p< 0,05). Kesimpulan : daya terima dan asupan zat gizi pasien berisiko malnutrisi dengan pemberian Pronisi lebih baik daripada dengan pemberian kacang hijau
Background: In Vietnam, the prevalence of malnutrition in hospitals is 55.7%. In Singapore, the prevalence of malnutrition in hospitals is 29%. Whereas in Indonesia, the prevalence of malnutrition in hospitals is 34.8% - 37.1% (Chern et al., 2015). 51.8% of patients experienced a lack of intake during the first 3 days of hospitalization (Dwiyanti et al., 2004). The intervention was carried out by giving Pronisi, a snack in the form of painting with high energy and high protein nutritional value, which consisted of peanuts, pre-soybean flour, and Moringa flour. The aim of the study: to determine the effect of giving Pronisi on acceptability, nutrient intake and nutritional status of inpatients of patients at risk of malnutrition at Waluyo Jati Jati Kraksaan Hospital, Probolinggo. Method: This research is an experimental study with a research design that is quasi-experiment with pretest-posttest design with a control group design conducted at Waluyo Jati Hospital, Kraksaan, Probolinggo. The sample of this study was adult inpatients who were at risk of malnutrition, divided into 2 groups, namely the case group and the control group, which were selected by purposive sampling, as many as 44 people. The univariate analysis aims to describe the characteristics of respondents through frequency distribution, average value, and standard deviation. Data on respondents' characteristics described in the form of gender, age and education. Bivariate analysis to determine the differences between the control and intervention groups. The analysis used is if the data is normally distributed using the T-test and if the data is not normally distributed then the test used is the Mann Whitney test for the paired group (pre-post test) or Wilcoxon for the unpaired group. Confidence Interval in the statistical test is 95%. Results: The acceptability of the research subjects to the Pronisi included in the medium category (11 people) and good (11 people), while the acceptance of green beans included in the good category (3 people), and moderate (19 people) could be stated that significant difference between the ability to accept the subject and the Pronisi green beans (p = 0.008). Overall energy intake from hospitals and snacks in the treatment group was higher (1337.9 ± 32.81 kcal) compared to the control group (1253.3 ± 39.62 kcal), there were significant differences in energy intake from hospitals between groups treated with the control group (p <0.05). Conclusion: Acceptability and nutritional intake of patients at risk of malnutrition with the provision of Pronisi is better than the provision of green beans
Kata Kunci : daya terima,asupan zat gizi,status gizi,Pronisi