UPAYA PEMBERDAYAAN PEREMPUAN PEKERJA SEKS DALAM PENANGGULANGAN HIV/AIDS OLEH KOMUNITAS BUNGA SEROJA YOGYAKARTA
AGATHA ASTRI R, dr. Yanri Wijayanti Subronto, Ph.D., Sp.PD, KPTI.
2019 | Tesis | MAGISTER ILMU KESEHATAN MASYARAKATLatar Belakang: Pelibatan populasi kunci yang rentan terhadap penularan HIV/AIDS merupakan salah satu kunci penting dalam program penanggulangan HIV/AIDS. Komunitas Bunga Seroja merupakan salah satu komunitas perempuan pekerja seks yang berusaha untuk melakukan upaya pemberdayaan kesehatan terutama dalam penanggulangan HIV/AIDS. Tujuan: Mengetahui upaya pemberdayaan perempuan pekerja seks dalam penanggulangan HIV/AIDS oleh komunitas Bunga Seroja Yogyakarta. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan rancangan studi kasus. Informan penelitian berjumlah 11 orang dari pengurus komunitas Bunga Seroja serta perempuan pekerja seks, Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta, Puskesmas Gedong Tengen, dan Persatuan Keluarga Berencana Indonesia DIY. Analisis data menggunakan analisis data kualitatif. Hasil: Upaya pemberdayaan perempuan pekerja seks oleh Komunitas Bunga Seroja sudah dilakukan dengan cukup baik melalui pengorganisasian komunitas serta memperhatikan banyak aspek, meliputi: peningkatan pengetahuan, akses layanan kesehatan, serta peningkatan keterampilan. Melalui berbagai kegiatan komunitas, Bunga Seroja mengambil peran sebagai pendidik, memberikan motivasi dan dukungan, serta bertindak sebagai koordinator dengan pihak lain. Pembentukan posbindu dan dorongan untuk beraktualisasi bagi perempuan pekerja seks menjadi temuan penelitian yang menarik mengenai upaya pemberdayaan yang dilakukan oleh Komunitas Bunga Seroja. Kesimpulan: Komunitas Bunga Seroja sebagai CBO melakukan upaya pemberdayaan pada perempuan pekerja seks melalui pendekatan personal, pelibatan kegiatan organisasi, kaderisasi dan volunter kegiatan, kerja sama, dan dorongan aktualisasi diri bagi perempuan pekerja seks, sedangkan peran yang diambil adalah sebagai edukator, motivator, dan koordinator. Pengorganisasian kepengurusan komunitas masih kurang kuat dan belum maksimalnya pelaksanaan posbindu.
Background: The involvement of key populations vulnerable to HIV/AIDS transmission is an important key in the HIV/AIDS prevention program. The Community of Bunga Seroja is one of the community of female sex workers needed to make efforts to empower of health to overcome HIV/AIDS. Objective: To find out the efforts to empower female sex workers to overcome HIV/AIDS by the Community of Bunga Seroja Yogyakarta. Method: This study is a qualitative study with a case study design. As many of eleven research informants from the management of Bunga Seroja community and female sex workers. Information was also obtained from the Yogyakarta City Health Office, Gedong Tengen Primary Health Center, and The Indonesian Planned Parenthood Association in Yogyakarta. Data analysis using qualitative data analysis. Results: Efforts to empower female sex workers by Bunga Seroja Community had been carried out quite well through community organizing and paying attention to many aspects including increasing knowledge, access to health services, and improving skills. Through various community activities, Bunga Seroja takes on the role of educator, provides support and motivation, and acts as a coordinator with other parties. The establishment of the Posbindu and encouragement to actualize for female sex workers became an interesting research finding regarding empowerment efforts carried out by the Community of Bunga Seroja. Conclusion: The Community of Bunga Seroja as a CBO has helped empower female sex workers through personal assistance and provision of health information, involving organizational activities, regeneration and voluntary activities, collaboration, and encouraging self-actualization of female sex workers. The roles taken are as educators, motivators and coordinators. Organizing the community management not strong and the implementation of the Posbindu is not optimal.
Kata Kunci : pemberdayaan, komunitas, perempuan pekerja seks, HIV/AIDS, empowerment, community, female sex workers