Laporkan Masalah

DINAMIKA PERAN PEMUDA DALAM PENGEMBANGAN PARIWISATA BERKELANJUTAN DI KALITENGAH LOR

PUSPITA NINGRUM, Dewi Cahyani Puspitasari, S.Sos., M.A.

2019 | Skripsi | S1 SOSIOLOGI

Pariwisata yang diusung masyarakat pedesaan guna menyejahterakan wilayahnya kian menjamur di Lereng Merapi, Yogyakarta. Salah satunya di dusun Kalitengah Lor, berbagai potensi wisata alam coba di kembangkan melalui pemuda setempat sebagai aktor dalam pengelolaan wisata. Terdapat dua domain yang di teliti dalam penelitian ini. Pertama ialah, dinamika peran pemuda dalam pengembangan wisata. Kedua, bagaimana pemuda menghadapi kendala dan strateginya untuk pariwisata yang berkelanjutan. Untuk mengetahui rumusan masalah di atas, peneliti menggunakan konsep Three Lens Approach Toward Youth and Development (World Bank, 2007) dan di dukung jaringan sosial sebagai pendekatan yang melihat pola relasi antar aktor. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data di antaranya observasi dan wawancara yang di lakukan dengan penentuan narasumber secara purposive. Adapun temuan data sekunder berupa foto maupun dokumen dari pemerintah terkait. Melalui teknik ini, peneliti mampu mengetahui pola hubungan sosial yang terjalin antar subjek penelitian. Fokus penelitian ini ialah, kelompok peer group pemuda yang aktif mengembangkan Klangon, komunitas, stakeholder terkait, dan tokoh masyarakat dusun yang saling bersinergi dalam pengembangan wisata. Temuan penelitian diantaranya, adanya penerapan konsep three lens approaches to youth participation dalam mendukung peran pemuda dan pemuda sebagai agensi perubahan. Hal ini dapat ditunjukkan bahwa aringan sosial, dan modal sosial antar aktor dalam kesehariannya beraktivitas di wisata Klangon. Pola kerja kolaborasi, pemuda mampu memperoleh akses dan memanfaatkan peluang guna kemajuan pemuda lokal. Melalui pola sinergitas, kelompok dewasa dapat mendukung pemuda berperan di pengembangan pariwisata dan sebagai agensi perubahan.

Rural community initiated-tourism progessively comes as a trend in the slope of Mount Merapi, Yogyakarta. One of them is at Kalitengah Lor village. A variety of natural resources potential for tourism, or eco-tourism, start to be developed by the local youth as the key actor for tourism management. There are two domains in this study. First, the dynamic role of youth in the tourism development. Second, how they deal withthe obstacles and bring on strategies for developing sustainable tourism. This study employs the concept of three lens approaches toward youth participation (World Bank, 2007) support by the theory of social network as an approach to identify the pattern of relations between actors. Implementing qualitative method with case study approach, the collecting data for this study includes observation and interview with purposive sampling to deciding informant. Secondary data is collected by photos and documents from related goverment. From this technique, we can learn the social relation pattern between the subjects of this study including a youth peer group who’s active in developing Klangon, downhill community, stakeholders, and local figures from Kalitengah Lor. The finding of this study include the implementation of three lens approaches toward youth participation supporting the role of youth as an agent of change. It is implicated on the social networks and social capitals between actors and their tourism activity at Klangon. From colaborative work pattern, the youth able to get access and use the opportunities for local youth development. From synergy pattern, adult group can support youth as tourism developer and as agent of change in society.

Kata Kunci : Pemuda dan Pariwisata, Dinamika Peran, Pemuda Sebagai Agensi Perubahan , youth and tourism, the dynamic of role, youth as an agent of change

  1. S1-2019-353852-abstract.pdf  
  2. S1-2019-353852-bibliography.pdf  
  3. S1-2019-353852-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2019-353852-title.pdf