Laporkan Masalah

Pemetaan Tanah HAHT (Human Altered-Human Transported) pada Skala Detail di Sub DAS Bompon

AHMAD FAUZAN ADZIMA, Dr.rer.nat. Muhammad Anggri Setiawan, M.Si.; Dr. Djati Mardiatno, M.Si.

2019 | Tesis | MAGISTER GEOGRAFI

Tanah Human Altered-Human Transported (HAHT) merupakan suatu tanah yang memiliki sifat utama dan unsur yang telah diubah secara signifikan oleh manusia. Perubahan tersebut memungkinkan terjadinya pergeseran taksa tanah dan merubah kesetimbangan proses bagi lingkungan. Sampai saat ini belum ada catatan tentang sebaran spasial tanah HAHT khususnya di Indonesia, sehingga kegiatan pemetaan perlu dilakukan sebagai acuan dalam pengelolaan tanah. Penelitian ini bertujuan untuk (1) Menganalisis pola spasial pemanfaatan sumberdaya lahan dan mendesain peta Bentuklahan Antropogenik; (2) Menganalisis karakteristik dan mengklasifikasi tanah HAHT; (3) Mendesain peta tanah HAHT pada variasi skala detail; dan (4) Menganalisis pengaruh tanah HAHT terhadap dinamika lingkungan. Penelitian ini menggunakan metode survei lapangan dan uji laboratorium dimana penentuan lokasi pengamatan menggunakan metode traverse dan metode grid. Kelas tanah pada tingkat ordo diklasifikasi menggunakan kunci taksonomi tanah USDA edisi 12 tahun 2014 dan kelas sub ordo hingga seri menggunakan proposal kunci taksonomi untuk tanah HAHT. Pemetaan tanah menggunakan satuan pemetaan bentuklahan morfoaransemen dengan teknik deliniasi konsosiasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola spasial aktivitas manusia dalam memanfaatkan sumberdaya lahan di DAS Bompon terfokus pada intervensi Agrogenic, Urbanogenic, Traffic, dan Water management. Intervensi manusia memiliki pengaruh yang nyata terhadap transformasi bentuklahan alami yang menyebabkan karakteristik tanah menyimpang dan berbeda dengan kondisi alaminya. Pada Skala 1:2.000 ditemukan 6 kelas seri tanah HAHT, sedangkan pada skala 1:10.000 yang merupakan hasil ekstrapolasi peta tanah skala 1:2.000 ditemukan 4 kelas dengan seri tanah yang dominan adalah Sangat-halus, Semiaktif, Tidak masam, Antraltic Cavaltepts, Margoyoso. Tekanan antropik yang terjadi di DAS Bompon menyebabkan adanya antropedogenesis yang membuat taksa tanah bergeser dari ultisol ke inceptisol dan ultisol ke entisol sehingga berdampak terhadap dinamika lingkungan di lokasi penelitian.

Human Altered-Human Transported (HAHT) is a type of soil whose main properties and elements have been significantly changed by humans. Such modification allows a shift in soil taxa and perturbs the process equilibrium in the environment. Since there has been no record of the spatial distribution of HAHT soil in Indonesia, its mapping is supposedly designed to provide a reference in land management. This study intended to (1) analyze the spatial pattern of land resource utilization and design anthropogenic landform maps; (2) identify the characteristics and then classify HAHT soil; (3) design the HAHT soil maps with variations on a detailed scale; and (4) determine the effects of HAHT soil on environmental dynamics. This study employed field survey and laboratory analysis for data collection and selected the research area by traverse and grid methods. While the soil orders were identified based on the USDA Keys to Soil Taxonomy edition 12 of 2014, the classification of soil suborders to series used the proposal for keys to HAHT soil taxonomy. The soil mapping unit was the morphological arrangement of landforms delineated by consociation technique. The results showed that the spatial pattern of human activities in making use of the land resources in Bompon Watershed focused on Agrogenic, Urbanogenic, Traffic, and Water Management interventions. These alterations left a distinct impact on the transformation of natural landforms that the soil characteristics deviated and differed from their natural conditions. On a scale of 1: 2,000, six classes of HAHT soil series were found spatially distributed according to the pattern of human intervention, While on a scale of 1: 10,000 which was the result of extrapolation of a 1: 2,000 scale soil map it was found that four classes. Dominant soil series were Very-fine, Semiactive, Non-acidic, Antraltic Cavaltepts, Margoyoso. The anthropic pressure in Bompon Watershed has triggered anthropedogenesis, which shifted the soil taxa from ultisol to inceptisol and ultisol to entisol and, consequently, affected the environmental dynamics in the study area.

Kata Kunci : Bentuklahan, Antropogenik, Pemetaan, Tanah HAHT, Bompon/Landform, Anthropogenic, Mapping, HAHT Soil, Bompon.

  1. S2-2019-417738-abstract.pdf  
  2. S2-2019-417738-bibliography.pdf  
  3. S2-2019-417738-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2019-417738-title.pdf