Elaborasi dan Vitalitas Hasil Elaborasi dalam Perencanaan Bahasa Indonesia
KITY KARENISA, Prof. Dr. I Dewa Putu Wijana, S.U., M.A.
2019 | Tesis | MAGISTER LINGUISTIKTesis ini bertujuan untuk memperoleh gambaran elaborasi dan vitalitas hasil elaborasi dalam perencanaan bahasa Indonesia dengan mendeskripsikan strategi elaborasi dan vitalitas hasil elaborasi dalam perencanaan bahasa di Indonesia serta faktor pemengaruh tingkat vitalitas hasil elaborasi. Untuk mencapai tujuan tersebut, data yang dikumpulkan di dalam penelitian ini dibagi menjadi dua. Pertama, kata atau gabungan kata yang terkodifikasi yang dipublikasikan melalui berbagai media dalam perencanaan korpus oleh lembaga pemerintah yang menangani perencanaan bahasa di Indonesia. Kedua, penggunaan hasil elaborasi tersebut oleh penutur dalam waktu tampak yang tersedia dalam korpus yang dapat diakses publik dan dalam korpus yang dibangun berdasarkan tujuan penelitian ini. Data pertama dianalisis dengan menghubungbandingkannya dengan kaidah yang ada di dalam bahasa Indonesia berdasarkan struktur, cara, dan sumber elaborasinya. Data kedua dianalisis berdasarkan strategi elaborasi yang telah dilakukan dengan melihat faktor frekuensi, daya tahan, dan ranah penggunaan. Dengan metode tersebut, penelitian ini menemukan bahwa berdasarkan strukturnya, strategi elaborasi meliputi elaborasi fonologi, elaborasi morfologis, elaborasi sintaktis, dan elaborasi semantis. Berdasarkan cara dan sumber elaborasinya, strategi elaborasi tersebut meliputi cara penerjemahan dan pemantapan dengan sumber bahasa Indonesia, cara penerjemahan dan reka cipta dengan sumber bahasa serumpun, cara penyerapan dengan sumber bahasa asing, serta cara gabungan penerjemahan dan penyerapan dengan sumber bahasa Indonesia, bahasa serumpun, dan bahasa asing. Dengan melihat frekuensi penggunaan hasil elaborasi pada sebelum dan pada era Revolusi Industri 4.0, penggunaannya oleh empat generasi, dan keluasan ranah penggunaannya, tingkat vitalitasnya dapat dibagi ke dalam enam tingkat, yaitu aman (5), stabil (4), dinamis (3), terbatas (2), sangat terbatas (1), dan tidak aktif (0). Faktor yang memengaruhi tingkat vitalitas hasil elaborasi tersebut adalah kedekatan dengan karakteristik bahasa Indonesia, pilihan untuk konsep yang sama, penggunaan kata dari repertoar penutur, bagian dari nama, bagian dari identitas diri penutur, dukungan institusional, dan kecenderungan demografis.
This study aims to obtain an overview of the elaboration and vitality of elaboration in Indonesian language planning by describing the elaboration strategy, the vitality of the elaboration results, and the influencing factors of its vitality. To achieve those purposes, the data collected was divided into two. First, codified words published through various media in the corpus planning carried out by government institutions that deal with language planning in Indonesia. Second, the elaboration result used by the speakers in apparent time. It is available in the corpus accessible to the public and in the corpus which is built based on the purpose of this research. The first data is analyzed by comparing it to the Indonesian rules based on the structure, methods, and sources of elaboration. The second data was analyzed based on the elaboration strategy carried out by looking at its frequency, durability, and usage domain. By applying this method, this study found that based on its structure, elaboration strategies consist of phonology elaboration, morphological elaboration, syntactic elaboration, and semantic elaboration. Based on the methods and sources of elaboration, the elaboration strategy consist of the translation and stabilization method by using Indonesian language as sources, translation and creation method by using cognate language as sources, borrowing method by using foreign language as sources, and combination of translation and absorption method by using Indonesian, cognate, and foreign languages as sources. Based on the frequency that describe about the use of the elaboration results before and during the Industry 4.0 era, its usage applied by four generations and its usage domain, vitality can be divided into six levels: safe (5), stable (4), dynamic (3), limited (2), very limited (1), and not active (0). Factors that influence the level of vitality are the proximity to Indonesian language characteristics, the choice of the same concept, the use of words from the speakers repertoire, part of the speakers name, part of the speaker's identity, institutional support, and demographic tendencies.
Kata Kunci : elaborasi, vitalitas, perencanaan bahasa