KERAGAAN KOMPONEN HASIL KLON HARAPAN TEH (Camellia sinensis (L.) O. Kuntze) PAGILARAN
RADEN MAS TEJO HAIDAR MALIK, Dr. Ir. Taryono, M.Sc.
2019 | Skripsi | S1 PEMULIAAN TANAMANTeh (Camellia sinensis (L.) O. Kuntze ) merupakan salah satu komoditas perkebunan yang penting di Indonesia karena merupakan salah satu komoditas ekspor yang mampu memberikan peran yang besar bagi perekonomian Indonesia melalui devisa. Ekspor teh mengalami penurunan karena perkebunan teh di Indonesia merupakan peninggalan Belanda yang sudah tua sehingga perlu dilakukan peremajaan melalui perakitan varietas unggul baru. Salah satu tahap dari perakitan varietas yaitu membandingkan galur dengan varietas yang sudah ada. Penenlitian ini bertujuan mengetahui keragaan komponen hasil klon harapan teh asal Pagilaran (PGL) dan Gambung (GMB), memperkirakan komponen hasil yang mempengaruhi berat basah dan kering pucuk, dan mendapatkan klon Pagilaran terbaik dengan klon pembanding berdasarkan berat basah dan kering pucuk. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret-Oktober 2018 di afdeling Pagilaran dan Andongsili, PT. Pagilaran. Klon yang digunakan yaitu PGL 4, PGL 10, PGL 11 dan PGL 15 sedangkan sebagai klon pembanding adalah GMB 3, GMB 7, dan GMB 9. Penelitian menggunakan metode survei di lokasi Pagilaran dan Andongsili dengan 5 perdu sebagai ulangan tiap klon pada tiap lokasi. Data komponen hasil diamati selama 4 kali pemetikan kemudian dianalisis dengan pendekatan anova rancangan acak lengkap faktorial dengan uji lanjut scott knott. Hasil penelitian menunjukkan adanya interaksi antara klon dengan tempat tumbuh dan Klon Pagilaran (PGL). Berat segar dan kering pucuk klon harapan Pagilaran masih rendah jika dibandingkan dengan klon pembanding (Gambung). Klon harapan pagilaran PGL 11 memiliki berat segar pucuk cukup tinggi diantara klon Pagilaran yang lain, sedangkan PGL 10 memiliki berat kering pucuk cukup tinggi diantara klon Pagilaran yang lain.
Tea (Camellia sinensis (L.) O. Kuntze) is one of the important plantation commodities in Indonesia because it is one of the export commodities that can provide a large role for the Indonesian economy through foreign exchange. Tea exports have decreased because tea plantations in Indonesia are a legacy of old Dutch so it needs rejuvenation through assembling new superior varieties. One stage of assembling varieties is to compare lines with existing varieties. The aim of this study is to determine the performance of the components of prospective tea clones from Pagilaran (PGL) and Gambung (GMB), estimate the yield components that affect the wet and dry weight of shoots, and obtain the best Pagilaran clones with comparable clones based on wet and dry shoots. This research was conducted in March - October 2018 in Pagilaran and Andongsili, PT. Pagilaran. The clones used are PGL 4, PGL 10, PGL 11 and PGL 15 while the comparison clones are GMB 3, GMB 7, and GMB 9. The study used a survey method in the locations of Pagilaran and Andongsili with 5 perdu as replications of each clone in each location. The results component data were observed for 4 times picking then analyzed by factorial completely randomized design anova approach with Scott Knott's further test. The results showed that there was an interaction between the clones and the growing place and the Pagilaran (PGL) Clones. The fresh and dry weight of the shoots of the candidate Pagilaran clones is still low compared to the comparison clones (Gambung). Candidates for PGL 11 clones have a relatively high fresh weight between the other Pagilaran clones, while PGL 10 has a quite high dry weight between the other Pagilaran clones.
Kata Kunci : Pagilaran (PGL), keragaan, komponen hasil, berat segar pucuk, berat kering pucuk