Laporkan Masalah

KECERNAAN IN VITRO SERAT KASAR PENGGUNAAN TEPUNG KEPALA UDANG WINDU DAN RUMPUT RAJA

Chodijah, Siti, Ir.Widyantoro, SU

2002 | Skripsi | S1 ILMU DAN INDUSTRI PETERNAKAN

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kccornaan in vitro serat kasar (SK) dan konsentrasi glukosa penggunaan tepung kepala udang Windu (TU) dan rumput Raja {RR}. Cairan rumen diperoleh dari donor dua ekor sapi peranakan ongole (PO) betina yang difistula pada bagian rumennya. Penelitian yang dlakukan dari empat perlakuan: Px(100%RR:0%TU), P2(75%RR:25%TU), P3(50%RR:50%TU), dan P4(25%RR:75%TU). Setiap perlakuan terdiri dari enam ulangan, merupakan rancangan acak lengkap pola searah atau Compelately randomized design (CRD). Beda nyata antar perlakuan diuji dengan Duncan's new multiple range test (DMRT). Variabel yang diamati adalah kecernaan SK dan konsentrasi glukosa pada inkubasi 48 jam. Pengambilan sampel untuk analisis konsentrasi glukosa dilakukan pada jam ke 0, 12, dan 48. Nilai kecernaan in vitro SK pada inkubasi 48 jam adalah Px 73,63, P2 77,21, P3 89,55 dan P4 90,01%. Konsentrasi glukosa pada inkubasi 48 jam adalah Pi 35,81, P2 38,16, P3 40,42, dan P4 41,92 mg/100ml. Hasil kecernaan in vitro SK dan konsentrasi glukosa menunjukkan perbedaan yang sangat nyata antara Pi, P2 dan P3 (P<0,01}, tetapi tidak terdapat perbedaan yang sangat nyata antara P3 dan P4(P>0,01). Disimpulkan bahwa pemberian tepung kepala udang Windu yang optimum sampai level 50% pada rumput Raja dapat peningkatan kecernaan SK dan kadar glukosa. Kata kunci : Kecernaan Serat Kasar, Glukosa, Tepung Kepala Udang Windu, Rumput Raja, In vitro.

The objective of this study was to know the in vitro digestibility of crude fiber (CF) and concentration of glucose from Windu shrimp head meal (TU) and King grass (RR). Rumen fluid was taken from twofamale Ongole cattle crossbreed with fistu.lated rumen. The study was consisted of four treatments: Pi(1Q0%RR;0%TU), P2(75%RR:25%TU}, P3(50%RR:50%TU), and P4(25%RR:75%TU). The study was carried out in six replications, the design was Completely randomized design (CRD) and Duncan's new multiple range test (DMRT) for the difference. The variabel was conducted of digestibility CF and concentration of glucose with 48 hours. Sampling for concentration of glucose analysis is held on certain time, 1 ,e., 0, 12th, and 48th. In vitro digestibility of CF for 48 hours were Pi 73.63, P2 77.21, P3 89.55 and P4 90.01%. The concentration of glucose of 48 hours were Pi 35.81, P2 38,16, P3 40.42, and P4 41.92 (mg/lOQml) respectively. The result showed that the in vitro digestibility of CF and the concentration of glucose had significant effect on Pi with P2f P3 and P3 (P0.01). It is concluded that the optimaly added Windu shrimp head meal at the level of 50% on king grass becomes increase the digestibility of CF and it increased the glucose. Key words— —Digestibility,—Crude—Fiber-,—Glucose,—Windu Shrimp Head Meal , King Grass, In vitro.

Kata Kunci : Kecernaan Serat Kasar, Glukosa, Tepung Kepala Udang Windu, Rumput Raja, In vitro

  1. S1-FPT-2002-SITICHODIJAH-abstract.pdf  
  2. S1-FPT-2002-SITICHODIJAH-bibliography.pdf  
  3. S1-FPT-2002-SITICHODIJAH-tableofcontents.pdf  
  4. S1-FPT-2002-SITICHODIJAH-title.pdf